Batam

KPPU Alami Kesulitan Selidiki Dugaan Kartel Ferry Batam Singapura

AriraNews.com, Batam – Selain alasan biaya bahan bakar, menutupi kerugian selama pandemi Covid-19 dan administrasi lainnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengaku masih melakukan penyelidikan tingginya harga tiket ferry Batam-Singapura.

Penyelidikan yang telah berlangsung sejak tahun 2022, itu yakni adanya dugaan
kartel operator kapal ferry. Ada empat perusahaan kapal ferry Batam Singapura yang diselidiki. Di antaranya, Batam Fast, Horizon, Sindo Ferry dan Majestic.

Kepala Kantor Wilayah I KPPU, Ridho Pamungkas mengatakan untuk saat ini prosesnya masih pengumpulan alat bukti. Karena pihaknya berfokus kepada persaingannnya itu sendiri.

“Jangan-jangan di antara empat perusahaan ini sudah ada pengaturan harga dan trend. Sehingga harga menjadi tinggi dan tidak ada persaingan. Inilah yang kita buktikan apakah pembentuk harga seperti itu,” kata Ridho usai melakukan Focus Group Discussion (FGD) terkait penyelenggaraan Ferry Batam – Singapur di Kantor BP Batam, Selasa (11/6/2024).

Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi Dunia

Ridho menuturkan dalam pembentukkan harga memang melihat beberapa faktor. Selain operasional dan bahan bakar kapal, ada juga faktor penawaran dan permintaan.

“Mungkin harga naik saat ini, tingkat okupansinya belum kembali normal. Inikan juga jadi pertanyaan. Tingkat okupansi ini belum normal karena harga terlalu mahal atau yang lain. Fokus kita itu. Isu persaingannya,” katanya.

Dari empat perusahaan yang diselidiki, ada dua perusahaan yang menunjukkan perhitungannya. Salah satunya ada juga yang mengalami kerugian sehingga harus mengembalikan keuntungan.

“Itupun gak bisa. Semua pihak kan rugi. Termasuk pariwisata,” katanya.

Dalam melakukan penyelidikan ini, KPPU terkendala jarak dan sikap perusahaan ada yang belum kooperatif. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan KPPU Singapura.

“Agen-agen yang ada disini juga mendapatkan harga yang dijual dari principal yang ada di Singapura,” katanya.

DFSK E5 Plus Mengaspal di Batam, Tegaskan Arah Baru DFSK ke Segmen Premium

Ketika perusahaan tak kooperatif, pihaknya akan menggunakan bukti yang dimiliki kenaikan yang melonjak. Dan keterangan dari saksi-saksi seperti konsumen.

“Dari situ sudah terlihat adanya dugaan kartel,” kata Ridho.

Kalau terbukti adanya Kartel, KPPU bisa memberikan sanksi administratif untuk membatalkan kesepakatan atau perjanjian kartel itu. Sehingga kembalilah untuk bersaing.

Selain itu bisa juga denda sampai dengan minimal Rp 1 miliar maksimal dihitung penjualan keuntungan. Apabila tidak membayar denda KPPU akan meminta bantuan pengadilan sebagai eksekutor.

“Sindo sulit mendapat data dari principalnya. Kami akan gerak ke Konjen untuk perhitungannya,” katanya.

145 TKA di KEK Tanjung Sauh Lengkapi Dokumen Keimigrasian

Anggota KPPU, Eugenia Mardanugraha mengatakan dalam FGD ini ada tiga perusahaan operator kapal yang hadir dan satu perusahaan yang belum hadir. Dari 4 perusahaan, 2 perusahaan kooperatif, 2 perusahaan lagi tidak kooperatif.

“Kami berharap 2 perusahaan ini bisa kooperatif sehingga pihaknya bisa melakukan tahapan penyelidikan selanjutnya. Menyelidiki bukti-bukti apakah mereka praktik monopoli atau tidak sehat,” ujar wanita yang akrab disapa Jenny ini.

Jenny menambahkan kenaikan harga tiket Ferry Batam Singapura tidak hanya merugikan perekonomian Batam saja, melainkan juga perekonomian Singapura. Karena tak banyak lagi orang Indonesia yang datang Singapura.

“Kami koordinasi dengan KPPU Singapura (Competition & Consumer Commission of Singapore),” katanya. (oma)

Redaksi

Recent Posts

Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi Dunia

AriraNews.com, BATAM — Posisi Batam sebagai kawasan strategis dalam jaringan perdagangan mendapat pengakuan dunia internasional.…

1 jam ago

DFSK E5 Plus Mengaspal di Batam, Tegaskan Arah Baru DFSK ke Segmen Premium

Ariranews.com, Batam — PT Sokonindo Automobile, Agen Pemegang Merek (APM) DFSK di Indonesia, melanjutkan ekspansinya…

1 jam ago

145 TKA di KEK Tanjung Sauh Lengkapi Dokumen Keimigrasian

AriraNews.com, Batam – Sebanyak 145 tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Kawasan Ekonomi Khusus…

4 jam ago

Pimpinan Kepri Sambangi Natuna, Cen Sui Lan Dorong Sinergi Perkuat Pembangunan Daerah

Natuna, Ariranews.com – Sejumlah pimpinan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyambangi Kabupaten Natuna menjelang agenda kunjungan…

6 jam ago

9,2 Ton Daging Kelapa Diekspor dari Batam ke Singapura, Karantina Kepri Pastikan Memenuhi Persyaratan

AriraNews.com, Batam — Sebanyak 9,2 ton daging buah kelapa diekspor dari Batam ke Singapura pada…

7 jam ago

Ngopi Santai, Kejari Natuna dan Wartawan Bahas Pembangunan Daerah

Natuna, Ariranews.com – Suasana santai mewarnai pertemuan jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna bersama insan media…

1 hari ago