Advertisement
Batam Headline Kepri

Konser Dalihan Na 3, Pengobat Rindu Akan Kampung Halaman Tano Batak

BATAM: Besok, Minggu (15/11/2020), jangan sampai lupa dan ketinggalan konsernya Judika.

Konser bertajuk Dalihan Na 3 tersebut dimulai pukul 19.30 WIB dan bisa di saksikan live streaming di Fan Page Birgaldo Sinaga atau Kanal Youtube Birgaldo To The Point.

Birgaldo Sinaga, Ketua Dalihan Na Tolu Center, sebagai penyelenggara konser tersebut mengatakan selain bisa disaksikan dari handpone masing-masing, atau kumpul bareng di rumah bersama keluarga, komunitas, teman-teman, juga bisa disaksikan bareng-bareng di 10 titik nonton bareng (nobar) yang sudah disiapkan.

Kecamatan Bengkong ada dua tempat, yakni di Pondok Kopi dan Bengkong Wahyu RT 04. Kecamatan Batam Kota ada tiga tempat, yakni di Baloi Kolam RT 06, Baloi Kolam RT 07, dan Kampung Nanas RT 01, RW 06. Di Kecamatan Batuaji bertempat di Kampung Bumi Permai. Kecamatan Sagulung di Dapur 12. Sedangkan di Kecamatan Sekupang di Kampung Agas dan Tiban Kampung. Serta di Kecamatan Seibeduk di Tanjungpiayu.

Ekonomi Kepri Tumbuh 7,02 Persen, Diprediksi Cerah Hingga Akhir Tahun

Birgaldo mengatakan konser streaming live dari Jakarta ini dihadirkan sebagai pengobat rindu akan kampung halaman Tano Batak. Selain itu untuk menjaga dan melestarikan nilai Dalihan Na Tolu.

“Konser ini juga sebagai hiburan dan kegembiraan bagi warga Batam atau Kepri di tengah pandemi Covid-19 yang merenggut kegembiraan kita,” ujarnya.

Birgaldo menjelaskan, Dalihan Na Tolu adalah prinsip atau filosofi hidup bermasyarakat orang Batak.

Dalihan Na Tolu kurang lebih berarti tungku api masak berkaki 3.

Belanga sebagai alat memasak tidak tumpah atau jatuh jika ditaruh di atas tungku api berkaki 3. Karena adanya keseimbangan.

“Jika kakinya patah menjadi 1, tungku api itu tidak bisa dipakai. Jika kakinya 2, belanga tempat memasak bisa tumpah isinya. Keseimbangan hanya terjadi jika kaki tungku api itu ada 3,” ungkapnya.

KPK Ungkap Nilai Desa Sepempang Masih 80-an, Ada Gap Menuju Desa Antikorupsi

Prinsip Dalihan Na Tolu ini kata Birgaldo, menjadi pegangan orang Batak di manapun berada.

Dalihan Na Tolu menjadi hukum budaya yang mengikat orang Batak dalam bergaul dengan masyarakat.

Isi Dalihan Na Tolu sendiri yakni:

  1. Somba marhula-hula (hormat pada pihak saudara laki-laki istri).
  2. Manat mardongan tubu (sikap hati-hati kepada satu marga)
  3. Elek marboru (lemah lembut terhadap saudara perempuan/boru).

“Tatanan Dalihan Na Tolu ini selalu dipegang teguh oleh orang Batak. Ia menjadi hukum tidak tertulis yang mengatur gerak pikir dan gerak langkah orang Batak dalam berinteraksi, bergaul dan bermasyarakat. Sebagai warisan leluhur, kearifan budaya ini patut dijaga nilainya,” tegasnya.(***)

Bupati Aneng Tutup Turnamen Sepak Bola Desa Candi ke-18

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Ekonomi Kepri Tumbuh 7,02 Persen, Diprediksi Cerah Hingga Akhir Tahun

02

KPK Ungkap Nilai Desa Sepempang Masih 80-an, Ada Gap Menuju Desa Antikorupsi

03

Bupati Aneng Tutup Turnamen Sepak Bola Desa Candi ke-18

04

Pemko Batam Terbitkan Surat Edaran Waspada Kabut Asap, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar