Tanjungpinang

KI Kepri Kick Off e-Monev 2026, Diskominfo Kepri Luncurkan Inovasi “Klik PPID”

AriraNews.com, Batam – TANJUNGPINANG – Komisi Informasi (KI) Provinsi Kepulauan Riau resmi menggelar monitoring dan evaluasi elektronik (e-Monev) tahun 2026 melalui Kick Off Monev 2026, Selasa (1/9/2026) di Rupatama Kantor Gubernur Kepri, Dompak.

Tanda dimulainya Monev KI Kepri tersebut dilakukan oleh Gubernur Kepri yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kepri Luki Zaiman Prawira, S.STP, MSi, didampingi Ketua KI Kepri Arison S.Pt, MM dan Kepala Dinas Kominfo Kepri Hendri Kurniadi S,STP, MSi selaku PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) Utama Pemprov Kepri.

Kick 0ff yang dilaksanakan secara daring dan luring itu dihadiri oleh sejumlah pimpinan OPD Provinsi Kepri, pimpinan lembaga vertikal tingkat provinsi serta kabupaten/kota, dan pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Kepri.

Sejalan dengan Kick Off e-Monev KI Kepri 2026, Diskominfo Kepri selaku PPID Utama Pemprov Kepri juga meluncurkan aplikasi “Klik PPID”. Klik PPID merupakan inovasi terbaru dalam pelayanan keterbukaan informasi publik Pemprov Kepri.

Pesan Menyentuh Ketum KJK di UKW Tanjungpinang : Pena Kita Suara Bagi Mereka yang Tak Terdengar!

Klik PPID berupa dashboard terintegrasi seluruh Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Kepri yang selama ini terpisah-pisah. Klik PPID ini semakin mempermudah masyarakat mengakses data dan informasi secara digital.

Monev KIP merupakan sistem untuk mengukur tingkat kepatuhan badan publik melaksanakan Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Badan publik adalah lembaga negara, baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif atau lembaga lainnya serta organisasi non-pemerintah yang kegiatannya bersumber anggaran negara, menghimpun dana masyarakat atau bantuan luar negeri.

Luki mengatakan, capaian KIP di Kepri pada Monev 2025 lalu masih rendah. Dari 150 badan publik yang mengikuti Monev KI Kepri, baru 44 badan publik yang informatif atau kurang dari 35 persen. Menurut Luki, harus ada perbaikan pada Monev 2026 ini. 

“Termasuk OPD Pemprov Kepri, baru dua yang informatif. Tahun ini harus ada perubahan signifikan. Ini menjadi perhatian serius Pak Gubernur (Gubernur Kepri Ansar Ahmad-red). Soalnya Kepri itu peringkat lima nasional dan nomor satu di luar Jawa pada e-Monev KI Pusat,” kata Luki.

Luki percaya, seluruh badan publik di Kepri ini sudah informatif karena pada dasarnya, seluruh tata kelola pemerintahan diatur secara ketat dan sistematis. Termasuk di antaranya pelayanan informasi publik sebagai bagian dari pengelolaan pemerintahan yang kredibel, transparan dan akuntabel. “Buktinya, ada lembaga yang informatif. Kalau ada yang informatif, mestinya yang lain kan juga bisa informatif,” kata Luki.

Komitmen Pimpinan

Jurnalis Sebagai Pilar Keempat Demokrasi Modern

Ketua e-Monev KI Kepri 2026 Muhammad Djuhari dalam laporannya juga mengatakan hal yang sama. Dari evaluasi KI Kepri, ada tiga faktor utama yang menyebabkan banyaknya badan publik yang tidak informatif pada e-Monev 2025 lalu. Pertama, rendahnya komitmen dan perhatian pimpinan badan publik saat pelaksanaan Monev. Kedua, banyaknya badan publik yang tidak punya website, “Ketiga, admin PPID kesulitan untuk mengakses data yang dibutuhkan pada bidang-bidang di dalam satu instansi yang menunjukkan buruknya koordinasi antar-bidang,” kata Juhari.

Juhari mengatakan, e-Monev KI Kepri diikuti oleh 151 badan publik (BP) yang terbagi atas lima kategori. Yakni, pemerintah kabupaten/kota (tujuh BP); instansi vertikal tingkat provinsi (21); instansi vertingkal tingkat kabupaten/kota (69); Perangkat Daerah Pemprov Kepri (43); dan partai politik tingkat Provinsi Kepri (11).

Kick off e-Monev ditandai dengan penandatanganan komitmen badan publik untuk mensukseskan e-Monev KI 2026 yang diwakili oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Korpri Kepri, Dr. Yeni Trisia Isabella S.Sos, MM dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Misbardi S.Sos, MSi.

Sejak dimulainya kick off, aplikasi Self Assessment Qustionnaire (SAQ) juga resmi dibuka untuk diisi oleh PPID Badan Publik yang mengikuti e-Monev KI Kepri selama 22 hari ke depan. Selanjutnya, KI akan melakukan verifikasi dan penilaian seluruh isian SAQ badan publik tersebut. (*/emr)

UKW KJK-UPN Veteran Yogyakarta Sukses Digelar dan Banjir Apresiasi
Redaksi

Recent Posts

HUT Kejaksaan ke-81, Kejari Natuna Jadikan Ziarah Pahlawan sebagai Momentum Perkuat Integritas

NATUNA, Ariranews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna menjadikan momentum Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81…

6 jam ago

BP Batam RDP dengan Komisi VI, Pagu Anggaran 2027 Ditetapkan Rp 2,44 Triliun

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menyampaikan rencana kerja dan anggaran Tahun Anggaran…

7 jam ago

Pastikan Calon Prajurit Berkualitas, Lanud RSA Natuna Periksa Kesehatan 15 Casis Tamtama

Natuna, Ariranews.com – Sebanyak 15 calon siswa (casis) Tamtama Prajurit Karier (PK) TNI AU Gelombang…

11 jam ago

SAR Natuna Apresiasi KUPS Geopark Gunung Ranai atas Dukungan Operasi Pencarian

Natuna, Ariranews.com – Upaya mencari warga yang tersesat di kawasan Hutan Gunung Bedung, Kabupaten Natuna,…

12 jam ago

Satgas P4GN TNI AU Tes Urine Personel Lanud Hang Nadim

AriraNews.com, Batam - Satuan Tugas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (Satgas P4GN)…

22 jam ago

Perbaikan Pipa Muka Kuning Rampung, Amsakar dan Li Claudia Pastikan Kawal Pemulihan Air hingga Normal

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan pekerjaan perbaikan dan relokasi jaringan pipa air…

22 jam ago