Batam

Keluarga Korban Kecelakaan Gokart di Bengkong Ikhlas

AriraNews.com, Batam – Seorang perempuan berinisial AB (33 tahun), Warga Megara Asing (WNA) asal  Singapura meninggal dunia alami kecelakaan dan meninggal dunia saat bermain gokart di Kawasan Golden City, Kecamatan Bengkong, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (21/2/2024) sore.

Keluarga pun iklas atas kepergian AB dan menyebut insiden itu murni kecelakaan.

“Karena ini murni insiden, kami sudah menerima dengan ridho. Kejadian ini sudah diselesaikan dengan baik secara kekeluargaan dengan manajemen gokart dan tidak ada masalah lagi. Sekarang kami sudah bersiap-siap membawa jenazahnya menuju Singapura,” ujar abang kandung korban, Ridzwan (33 tahun) di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), Kampung Seraya, Kecamatan Lubukbaja, Kamis (22/2).

Mewakili keluarga, ia juga berterimakasih kepada pihak manajemen gokart yang membantu setiap prosesnya hingga diberangkatkan ke Singapura.

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2028

Begitu juga dengan pihak kepolisian dari Polsek Bengkong yang terus mengawal dan bahkan ikut mengantarkan jenazah serta keluarga hingga ke kapal.

“Kepada pihak manajemen gokart dan juga kepolisian, kami dari keluarga mengucapkan terima kasih banyak untuk setiap prosesnya sudah dimudahkan,” ucapnya.

Sementara, perwakilan manajemen gokart, Sunawan mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian tersebut. Dia menyebut, kejadian itu merupakan murni kecelakaan yang tidak dapat dihindarkan.

“Kami mewakili pihak manajemen turut berdukacita. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kesabaran,” ujarnya.

Sunawan menjelaskan, pengelola sudah menjalankan SOP (Standard Operating Procedure) dengan baik dalam pengawasan pengunjung maupun keselamatan pengunjung di sirkuit gokart.

Bahkan tiap sudut sirkuit Gokart ditempatkan petugas penjaga untuk mengawasi aktivitas pengunjung di area sirkuit tersebut. Tidak hanya itu, spanduk imbauan untuk bisa lebih berhati-hati juga dipasang di area.

Perwako Pariwisata Batam Disiapkan, Pelaku Usaha Ingin Ada Aturan Main yang Jelas

Selain itu, sebelum menaiki mobil gokart, pengendara gokart diberikan helmet dan shower cup (penutup rambut, red) sebagai pelapis untuk melindungi kepala.

Selanjutnya pengendara ataupun pengunjung diarahkan terlebih dahulu membaca peraturan yang telah dibuatkan pihak pengelola sebelum memasuki area sirkuit gokart. Maka itu, kejadian kecelakaan itu di luar dugaan.

Meski demikian, pihaknya juga tidak mau lepas tangan dalam insiden ini. Sebagai bentuk belasungkawa, semua proses yang diperlukan untuk mengurus jenazah korban, ditanggung oleh pihak manajemen gokart.

“Pihak leader gokart sudah memberikan panduan conduct training dan safety briefing  sebagai persyaratan utama, itu lebih kurang 5 menit kepada setiap tamu yang akan melakukan aktivitas main mobil gokart sesuai standar yang sudah menjadi SOP perusahaan. Kita sudah berhati-hati sedemikian rupa, setiap sudut sudah ditaruh penjaga dan sudah menjalankan sesuai SOP dalam melakukan pengawasan para pengunjung, tapi ya namanya musibah,” ungkapnya.

“Kami menanggung penuh segala urusannya, baik proses birokrasi maupun administrasi terhadap jenazah korban serta untuk keluarga hingga kembali ke negara tujuannya. Kami berharap, semoga dari pihak korban juga diberikan ketabahan maupun kesabaran dalam kejadian ini,” sambung dia.

Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam

Sekadar diketahui, AB meninggal dunia usai menghantam ban pembatas area sirkuit saat bermain Gokart.

Saat itu, helm yang digunakan korban terlihat sudah lepas dan rambut panjang korban terlilit di mesin mobil gokart.

Pengelola langsung menghubungi Polsek Bengkong melaporkan kejadian kecelakaan ini. Tak hanya itu, saat kejadian pengelola gokart bersama Polsek Bengkong membawa ke rumah sakit terdekat yakni Klinik Budi Kemuliaan Golden Prawn.

Korban dinyatakan meninggal saat tiba di klinik. Lalu, korban dibawa ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) akan tetapi keluarga menolak untuk dilakukan outopsi dan membawa pulang jenazah adiknya tersebut.

“Kita juga langsung bertemu pihak keluarga menyampaikan belasungkawa, dan menjamin semua pembiayaan mulai pemakaman hingga untuk tahlilan,” imbuhnya.

Sunawan menambahkan kejadian ini menjadi pelajaran bagi pengelola Gokart. Sejumlah evaluasi akan dilakukan untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

“Tentu kejadian ini akan menjadi evaluasi buat kita ke depannya agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya.(hms)

Redaksi

Recent Posts

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2028

AriraNews.com, BATAM — Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking dan pemasangan…

2 jam ago

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen di Tengah Tekanan Global

AriraNews.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen.…

2 jam ago

Perwako Pariwisata Batam Disiapkan, Pelaku Usaha Ingin Ada Aturan Main yang Jelas

AriraNews.com, Batam - Draf Perwako Pariwisata Batam mulai disiapkan oleh para pelaku industri pariwisata. Mereka…

3 jam ago

Dukung Kegiatan Keagamaan, Pemdes Mampok Salurkan Insentif bagi Bilal dan Nuje

AriraNews.com, ‎ANAMBAS — Kepala Desa Mampok, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Darmawizar menyerahkan insentif kepada…

4 jam ago

Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam

AriraNews.com, Batam - Aliran air yang kembali lancar membawa kelegaan bagi warga Perumahan GMP Tahap…

4 jam ago

Blok D-Alpha Kembali Dibuka, IPMKN AYO Bidik Shorebase dan Tenaga Kerja Lokal

Natuna, AriraNews.com – Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Natuna-Alumni Yogyakarta (IPMKN AYO) menyoroti kembali dibukanya pengembangan…

17 jam ago