AriraNews.com, Batam – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) menempatkan keamanan sebagai fondasi utama untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing ekonomi daerah. Komitmen itu ditegaskan melalui penguatan tagline “Secure Kepri, Secure Your Investments” sebagai pesan bahwa stabilitas keamanan menjadi bagian penting dari kepastian investasi di wilayah perbatasan tersebut.
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyampaikan hal itu saat menerima kunjungan Komunitas Jurnalis Kepri (KJK), Senin (24/8/2026) siang. Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketum KJK Ady Indra Pawennari, Wakil Ketua Umum Richard Nainggolan, Novianto, Wakil Sekretaris Jenderal Qori Ul Fitra, Ketua Panitia UKW KJK, Ambo Akok, Sekretaris UKW, Mohammad Rakhmat, Wakil Bendahara Umum Iman Suryanto, serta Ketua Divisi Jurnalis Perempuan Roma Uly Sianturi.
Dalam diskusi yang berlangsung serius namun santai, Asep yang didampingi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kepri Kombes Pol Dr. Nona Pricillia Ohei dan Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Kepri Kombes Pol Ferikson Tampubolon menegaskan bahwa kondisi keamanan yang kondusif harus terus dijaga agar tidak mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi dan masuknya investasi ke Kepulauan Riau.
Menurut Asep, kinerja Polda Kepri saat ini telah menempatkan institusinya sebagai salah satu dari lima Polda terbaik di Indonesia. Capaian tersebut, kata dia, menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian, termasuk dalam menciptakan rasa aman bagi dunia usaha.
“Keamanan harus dipastikan terlebih dahulu sebelum investasi datang. Pemerintah sudah mempermudah perizinan dan birokrasi, maka tugas kami adalah memastikan keamanan tetap terjaga,” tegasnya.

Ia menilai situasi keamanan di Kepri saat ini relatif kondusif dan tidak lagi menjadi hambatan utama bagi investor. Meski demikian, stabilitas tersebut tidak boleh dianggap sebagai kondisi yang otomatis bertahan tanpa upaya pengamanan yang berkelanjutan.
Bagi Kepri, keamanan memiliki arti strategis karena karakter ekonominya berbeda dengan banyak daerah lain di Indonesia. Provinsi kepulauan ini tidak bertumpu pada sumber daya alam seperti batu bara maupun perkebunan sawit skala besar, melainkan mengandalkan posisi geografisnya yang berada di jalur perdagangan internasional.
“Kepri tidak punya sumber daya alam besar seperti batu bara atau sawit. Kekuatan kita ada pada posisi strategis. Karena itu, keamanan menjadi faktor utama agar investor tetap percaya dan nyaman berusaha di sini,” jelasnya.
Atas dasar itu, Polda Kepri mendorong agar konsep “Secure Kepri, Secure Your Investments” tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diterjemahkan ke dalam langkah konkret dan terukur untuk memastikan keamanan kawasan, aktivitas bisnis, serta kepastian bagi para pelaku usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengajak media ikut mengambil peran dalam membangun iklim investasi yang sehat. Menurutnya, informasi yang akurat, proporsional, dan tidak provokatif penting untuk mencegah munculnya persepsi negatif terhadap kondisi keamanan Kepri.
Pemberitaan yang konstruktif, lanjutnya, dapat membantu memperkuat citra Kepulauan Riau sebagai daerah yang aman dan layak investasi. Hal ini semakin penting di tengah persaingan antardaerah dalam menarik modal, baik dari investor domestik maupun asing.
Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan media dinilai menjadi kunci untuk memperkuat kepercayaan investor. Dengan keamanan yang terjaga dan ekosistem investasi yang semakin kondusif, Polda Kepri optimistis daya saing ekonomi Kepulauan Riau dapat terus meningkat.
“Kalau keamanan terjaga, investasi pasti datang. Itu kunci utama,” Asep menegaskan.(kjk)




