Advertisement
Batam Headline Hukum

Kasus Alat Tes Covid-19 Bekas, Kadinkes Batam Sarankan Masyarakat Jeli Saat Lakukan Rapid Antigen

Ariranews.com, Batam: Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan tes rapid antigen yang dilakukan oleh fasilitas-fasilitas kesehatan di Batam sesuai prosedur yang berlaku. Dia pun menjamin tak ada alat antigen bekas yang digunakan petugas kesehatan.

Hal tersebut ditanggapi Didi setelah dibongkarnya praktik penggunaan alat rapid antigen bekas di Laboratorium Rapid Antigen Kimia Farma, Lantai M, Bandara Kualanamu, Selasa (27/8/2021) sore. Penggerebekan dilakukan anggota Dirkrimsus Polda Sumut.

“Di Batam gak ada Insya Allah,” ujar Didi, yang juga sebagai Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam ini, pada wartawan, Rabu (28/4/2021).

Didi mengatakan untuk mengantisipasi penyelewengan Dinkes Kota Batam, kerap melakukan pengawasan kepada klinik atau rumah sakit yang memiliki pelayanan antigen.

Meski demikian kata Didi masyarakat memiliki hak untuk memastikan alat yang digunakan dalam kondisi baru saat akan digunakan. Dia menyarankan masyarakat jeli melihat petugas ketika melakukan pengecekkan. Pastikan segel plastik alat antigen dibuka didepan konsumen.

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

“Kalau sudah terbuka, konsumen berhak menolak,” tegas Didi.

Selain itu kata Didi, secara berkala, pihaknya mendatangi faskes yang melayani tes antigen dan sudah memberlakukan QR Code. Pemberlakuan QR Code ini dilakukan untuk mencegah adanya alat antigen yang palsu seperti beberapa waktu yang lalu.

“Jadi begitu alat antigen sampai, kita wajibkan ada barcodenya. Discan akan ketahuan kalau tanggalnya tak cocok,” tegasnya.

Biasanya, kata Didi, kalau rumah sakit atau klinik membeli alat antigen dari agen resmi pasti barangnya akan benar dan sesuai dengan aturan. Namun jika ada oknum yang membeli karena alat murah dan bukan dari agen yang resmi, itu dikhawatirkan alat antigen tak sesuai aturan.

Didi mengimbau, kalau ada masyarakat yang meragukan alat antigen tersebut bisa dicek secara online. Apakah sesuai dengan merek kementerian atau tidak.(emr)

Pengusaha Batam Sumbang Rp 150 M Bangun Sekolah Terintegrasi Merah Putih Rempang, Eddy Hussy Optimis  Rampung 2028

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

02

Kajati Kepri Kunjungi Kejari Natuna, Tekankan Pentingnya Menjaga Integritas

03

Pengusaha Batam Sumbang Rp 150 M Bangun Sekolah Terintegrasi Merah Putih Rempang, Eddy Hussy Optimis  Rampung 2028

04

Jadi Ketua Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih Rempang, Robinson Tan Ungkap Kisah Hidup Tak Mampu Bayar Uang Sekolah