Batam

Ini Strategi Disdik Batam Atasi Kekurangan Guru SD dan SMP

AriraNews.com, BATAM – Tercatat Kota Batam kekurangan 700 orang guru tingkat SD dan SMP. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan, di tengah rekrutmen guru baru terkendala moratorium yang berlaku secara nasional.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto mengatakan persoalan ini tak mudah diatasi karena keterbatasan regulasi serta proses pengangkatan guru yang ketat. Ia menjelaskan, pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak menambah jumlah guru yang tersedia di sekolah.

“Pertumbuhannya (guru) nol karena yang berubah hanya statusnya saja,” ujarnya, Selasa (5/5/2025).

Diakuinya sebagai solusi jangka pendek, Disdik Batam kini fokus pada strategi optimalisasi jumlah rombongan belajar (rombel) yang tersedia. Guru-guru di sekolah negeri diminta memaksimalkan peran mereka untuk mengisi kekosongan tenaga pendidik hingga moratorium pengangkatan guru dicabut.

Hari Bakti ke-55 BP Batam, Teguhkan Komitmen Majukan Batam

Tri juga menyebut pihaknya tengah mengkaji dampak moratorium terhadap rekrutmen guru yang dibiayai melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sebab untuk bisa menjadi guru tetap, ada sejumlah syarat administratif yang harus dipenuhi.

“Kami juga sedang konsultasikan, apakah moratorium ini mencakup guru dari dana BOS. Sebab, untuk bisa diangkat menjadi guru tetap, syaratnya tidak mudah. Minimal harus S1, punya nomor satuan pendidikan yang terdaftar di dapodik selama minimal dua tahun sebagai pengajar teknis,” paparnya.

Disdik mencatat, kekurangan guru paling banyak terjadi di wilayah mainland Batam. Sementara di wilayah hinterland, seperti pulau-pulau, kebutuhan guru masih relatif bisa dikendalikan karena jumlah rombel tidak sebanyak di daratan utama.

“Di mainland, kami sudah mulai mengurangi jumlah siswa per rombel agar lebih ideal sesuai ketentuan dari kementerian. Tapi karena padatnya jumlah siswa, kebutuhan guru pun otomatis meningkat,” katanya.

Data Disdik menunjukkan saat ini terdapat sekitar 4.000-an guru di sekolah negeri, dan sekitar 6.000-an guru di sekolah swasta. Total keseluruhan guru di Batam bahkan mencapai 10.000 hingga 11.000 orang.

Untuk mengurangi ketimpangan, Pemerintah Kota Batam memberikan subsidi SPP bagi siswa sekolah swasta, agar masyarakat terdorong menyekolahkan anaknya ke sekolah non-negeri dan mengurangi beban di sekolah negeri.

Orange Sky Indonesia Resmi Ditunjuk Rexvin Group Kelola Resort Villa Modern Living di Pusat Kota

“Kami berharap semakin banyak warga yang berminat menyekolahkan anaknya ke swasta, supaya kondisi di sekolah negeri bisa lebih ideal,” ujar Tri. (ara)

Redaksi

Recent Posts

Hari Bakti ke-55 BP Batam, Teguhkan Komitmen Majukan Batam

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memperingati Hari Bakti ke-55 dengan menggelar upacara…

8 jam ago

Orange Sky Indonesia Resmi Ditunjuk Rexvin Group Kelola Resort Villa Modern Living di Pusat Kota

AriraNews.com, BATAM – Industri hospitality di Batam kembali mencatatkan perkembangan baru. PT Langit Oranye Indonesia…

12 jam ago

Bupati Natuna Bidik Pemerataan Literasi hingga Pelosok, Pemerintah Desa Didorong Bergerak

Natuna, Ariranews.com – Bupati Natuna Cen Sui Lan mendorong pemerataan akses literasi hingga ke pelosok…

15 jam ago

Sestama Perpusnas RI Dorong Perpustakaan Hadir hingga Pelosok Natuna, Target Akreditasi A

NATUNA, Ariranews.com — Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Joko Santoso, mendorong pemerataan…

15 jam ago

48 Tim dari Indonesia dan Mancanegara Siap Berlaga di Batam Cup III 2026, Digelar 15–19 Desember

AriraNews.com, BATAM — Sebanyak 48 tim sepak bola kelompok usia U-12 dan U-16 dari Indonesia…

1 hari ago

Jaga Ketersediaan Air Baku Batam, BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggandeng PT. Rekayasa Atmosfer Indonesia untuk melaksanakan Operasi…

2 hari ago