SCROLL TO CONTINUE WITH NEWS
Batam Headline

Ini Penyebab Penumpukan Saat Vaksinasi Covid-19, Amsakar: Batam Kekurangan Tenaga Lapangan

Ariranews.com, Batam: Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengapresiasi tingginya animo masyarakat Batam untuk divaksin Covid-19. Meski dalam penyelenggaraan vaksinasi masih terdapat kekurangan, di antaranya kurangnya tenaga di lapangan ketika kegiatan berlangsung. Akibatnya warga kurang terlayani dengan baik, bahkan terpaksa dibubarkan karena sudah melewati batas tampung lokasi dan vaksin yang tersedia.

Dikatakan Amsakar, diselenggarakannya vaksinasi Covid-19 di berbagai titik di Batam tak lain untuk segera mengakhiri pandemi ini. Pemerintah Batam pun menargetkan pada bulan Juli mendatang target 70 persen yang sudah tervaksin dapat tercapai.

Amsakar mengakui petugas pelaksana vaksinasi di lapangan sangat kurang. Akibatnya tak mampu mengantisipasi membludaknya warga yang datang untuk divaksin. Seperti yang terjadi di Mega Mall dan Sekolah Yos Sudarso.

“Pelaksana itu bukan hanya vaksinator, tapi mulai dari tukang parkir, pihak keamanan, penginput data, tenaga kesehatan, vaksinator, dan lainnya,” ungkap Amsakar.

Bandara Hang Nadim Buka Rute Baru Batam–Penang Mulai 18 Oktober 2026

Idealnya lanjut Amsakar, tenaga penyelenggara vaksin saat ini tiga kali lipat dari jumlah yang ada saat ini.

“Kita (Batam) kekurangan tenaga penyelenggara vaksinasi. Satu hari hari ada 17 ribu masyarakat yang akan divaksin, tapi tenaga penyelenggara vaksinasi saat ini sangat terbatas. Yang terdiri dari TNI dan Polri, Satpol PP, penginput data, tenaga kesehatan, tenaga perkir, hingga sopir bus,” terangnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk bisa sama-sama mematuhi aturan protokol kesehatan. Di mana jika ada satu titik penuh, maka pihaknya berharap warga untuk tidak berdesak-desakan, namun mencari alternatif ke faskes lainnya.

“Jadi kalau ada satu titik penuh, jangan malah meramaikan hingga berdesakan. Tapi cari saja faskes yang membuka fasilitas vaksinasi ini,” imbaunya.

Selain itu dia juga mengimbau masyarakat jangan menyalahkan petugas yang sudah bekerja keras melayani masyarakat.
Mengingat, tenaga pelaksana  yang diturunkan diakuinya sudah bekerja secara maksimal.

“Khusus untuk tenaga kesehatan berasal dari 42 fasilitas kesehatan (Faskes). 21 di antaranya berasal dari faskes Pemko Batam dan 21 lainnya berasal dari klinik hingga rumah sakit. Namun, dari 42 faskes ini tidak semua tenaga medisnya bisa dilibatkan secara langsung. Sehingga jika sehari rata-rata bisa melayani sekitar 300 orang, namun kini hanya mampu melayani 200 orang. Mengingat sejumlah tenaga medis dialihkan ke titik-titik lainnya,” jelas Amsakar Achmad.(emr)

Progres Capai 40 Persen, BP Batam Percepat Peningkatan Jalan Landing Point Fly Over – Simpang Lalan Madani

Berita Terkait

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Bandara Hang Nadim Buka Rute Baru Batam–Penang Mulai 18 Oktober 2026

02

Pasar JICA Disiapkan Jadi Pintu Masuk Buyer, Hasil Nelayan Natuna Dibidik Tembus Pasar Luar Daerah dan Luar Negeri

03

Empat Warga Diduga Tersesat di Hutan Natuna, Tim SAR Bergerak Lakukan Pencarian

04

Masuki Tahun ke-11, BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik