Advertisement
Batam Headline

Haul Gus Dur ke-13, Cak Nur: Perkokoh Persaudaraan

Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto SH MH hadiri sarasehan kemanusiaan bertema "Problematika Pekerja Migran Indonesia di Kota Batam" yang digelar di Pondok Pesantren Sirrul Ilahiyah, kavling Panaran, Tembesi, Batam pada Minggu (26/2/2023) malam. Sarasehan tersebut digelar dalam rangka Haul Gus Dur ke-13.

AriraNews.com, Batam – Presiden keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, diketahui tidak hanya mewariskan nilai pluralisme dan toleransi, tapi juga mewariskan nilai-nilai yang lain, seperti keadilan dan membantu mereka yang terzalimi.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto SH MH di sela-sela sarasehan kemanusiaan bertema “Problematika Pekerja Migran Indonesia di Kota Batam” yang digelar di Pondok Pesantren Sirrul Ilahiyah, kavling Panaran, Tembesi, Batam pada Minggu (26/2/2023) malam. Sarasehan tersebut digelar dalam rangka Haul Gus Dur ke-13. Diharapkan dalam peringatan wafatnya Gusdur bisa menjadi pemersatu dan memperkuat kembali masyarakat yang beragam.

Pria yang akrab disapa Cak Nur dan juga menjabat sebagai Kasatkorwil Banser Provinsi Kepri ini pun menegaskan hingga saat ini dirinya melihat masih sangat sulit mencari sosok karismatik sekelas Gusdur.

Mengingat, kebajikan dan kebenaran bisa dimiliki oleh seseorang akan tetap tidak setiap orang memiliki dua sifat jiwa suci secara bersamaan.

Festival Transmigrasi 2026, Perkenalkan Potensi dan Masa Depan Rempang Eco City

“Kebajikan dan kebenaran yang ada pada diri manusia itu memang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Akan tetapi keduanya belum tentu dimiliki oleh seseorang. Namun di sosok Gus Dur, keduanya itu terawat dengan baik,” terang Cak Nur.

Artinya, tambah Politisi PDI Perjuangan ini, spirit dan semangat Gus Dur dalam membangun kehidupan berbangsa dan berbangsa yang dikemas dalam hubungan persaudaraan menjadi contoh bagi setiap umat beragama.

Bahkan melalui interaksi kebudayaan di antara berbagai kelompok telah menjadikan Islam sebagai agama yang terbuka terhadap perbedaan dan keragaman, bahkan mendorong demokrasi dan HAM. Hal in dapat dilihat saat memperlakukan kelompok-kelompok minoritas, terutama mereka yang tertindas, sebagai warga negara yang mempunyai hak sama di depan hukum.

“Saya melihat itulah warisan yang sangat bernilai dari Gus Dur. Bahkan kelompok minoritas mempunyai hak sipil-politik ataupun hak ekonomi, sosial, dan budaya yang sama dengan hak-hak kelompok pribumi. Eksistensi mereka dilindungi konstitusi,” tegasnya.

“Pemikiran tentang pluralisme sejalan dengan spirit demokrasi, bahkan makin memperkokoh. Keduanya tidak bertentangan, bahkan saling menguatkan,” tambahnya.

Untuk itu, di momen Haul ke-13 ini Cak Nur berharap masyarakat Batam bisa mendalami dan mengikuti jejak yang sudah diwariskan sosok Bapak Pluralisme ini.

“Mudah-mudahan, kita semua yang hadir pada momen ini mampu mewarisi dan merealisasikan kehidupan berbangsa dan bernegara seperti pemikiran Gus Dur,” tegasnya.(*/emr)

BP Batam Gelar Salat Istisqa Bersama Ratusan Warga di Waduk Nongsa

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Usai Juara Umum Tenis Meja POPDA, Natuna Incar Dua Emas di PORPROV Kepri

02

Dari Instansi hingga Kedubes Tiongkok, Papan Bunga Meriahkan HUT ke-27 Natuna

03

Perkuat Konektivitas Natuna, Puluhan Miliar Dialokasikan untuk Jalan, Jembatan, dan Pelabuhan

04

Festival Transmigrasi 2026, Perkenalkan Potensi dan Masa Depan Rempang Eco City