Kepri

Harga Ekspor Anjlok, Gubernur Kepri : Evaluasi HPM Pasir Kuarsa Sedang Dikaji

Ariranews.com, Natuna – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad memastikan Pemerintah Provinsi Kepri sedang mengkaji kemungkinan evaluasi Harga Patokan Mineral (HPM) pasir kuarsa menyusul adanya permintaan sejumlah perusahaan pertambangan di Natuna dan Lingga akibat anjloknya harga ekspor komoditas mineral bukan logam jenis tertentu tersebut.

Meski demikian, Ansar menegaskan evaluasi HPM pasir kuarsa tersebut, tidak dapat dilakukan secara cepat karena harus mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kepentingan daerah serta kepatuhan terhadap regulasi.

“Kita sedang kaji dulu, karena menurunkan harga patokan itu harus penuh dengan kehati-hatian,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan penyerahan bantuan pangan di Gudang Bulog Natuna, Sabtu (4/4/2026).

Mantan anggota Komisi V DPR RI itu mengatakan, kebijakan terkait HPM harus melalui kajian komprehensif dengan melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk lembaga pengawas, untuk mencegah potensi persoalan di kemudian hari.

18 Medali Dikantongi, Natuna Belum Menyerah Berburu Emas di Porprov Kepri 2026

“Jangan sampai nanti ada kecurigaan kenapa gubernur menurunkan HPM? Untuk itu, kita harus ada kajian yang betul-betul matang,” tambahnya.

HPM merupakan acuan harga dalam penjualan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang menjadi dasar penghitungan kewajiban keuangan perusahaan, termasuk pajak daerah yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 35 Tahun 2023 Tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Pada pasal 21 ayat (1), (2), dan (3) disebutkan bahwa, dasar pengenaan pajak MBLB adalah nilai jual hasil pengambilan MBLB yang dihitung perkalian volume atau tonase pengambilan MBLB dengan harga patokan tiap jenis MBLB pada mulut tambang yang berlaku di wilayah daerah yang bersangkutan.

Saat ini, disparitas antara HPM MBLB, khususnya komoditas pasir kuarsa di Provinsi Kepri dengan daerah-daerah lain di Indonesia, misalnya di Kabupaten Natuna adalah Rp250.000,- per ton dan Kabupaten Lingga sebesar Rp210.000,- per ton.

Sementara rata-rata HPM pasir kuarsa di Kalimantan Barat, yaitu Rp66.038 per ton untuk Kabupaten Sambas, Rp26.415
per ton untuk Kabupaten Ketapang, dan Rp69.434 per ton untuk Kabupaten Mempawah.

HPM pasir kuarsa di Kepri juga jauh lebih tinggi dari Bangka
Belitung, yaitu Rp50.000 per ton dan di Kalimantan Tengah yaitu Rp300,000 per kubik atau setara dengan Rp113.208 per ton.

Ketum PJS dan Kepala BP Batam Sambu Menko Pangan Zulkifli Hasan, Besok Buka Rakernas III PJS 2026

“Dulu, waktu HPM pasir kuarsa ditetapkan pertama kali sebesar Rp250 ribu per ton oleh pak Gubernur pada tahun 2022, harga ekspor masih 32 dollar Amerika per ton. Sekarang harga ekspor tinggal 15 dollar Amerika per ton. Jadi, sudah sewajarnya HPM dievaluasi,” jelas salah seorang pengusaha pasir kuarsa yang minta namanya tak ditulis.

Berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber, jumlah perusahaan pasir kuarsa di Kepri, khususnya di Natuna dan Lingga yang sudah memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) tahap eksplorasi mencapai angka seratusan perusahaan.

Namun, hingga akhir tahun 2025, baru 3 perusahaan yang melakukan kegiatan ekspor pasir kuarsa ke China. Ketiga perusahaan tersebut, adalah PT. Indonusa Karisma Jaya dan PT. Multi Mineral Indonesia, masing-masing di Natuna, serta PT. Tri Tunas Unggul di Lingga. (Tim)

Dodi

Recent Posts

18 Medali Dikantongi, Natuna Belum Menyerah Berburu Emas di Porprov Kepri 2026

NATUNA, Ariranews.com – Kontingen Kabupaten Natuna sementara mengoleksi 18 medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi…

2 jam ago

Ketum PJS dan Kepala BP Batam Sambu Menko Pangan Zulkifli Hasan, Besok Buka Rakernas III PJS 2026

AriraNews.com, Batam – Ketua Umum Pro Jurnalismedia Siber (PJS), Mahmud Marhaba, didampingi Wakil Ketua Umum…

2 jam ago

BBM Bersubsidi Kerap Langka di Anambas, Wabup Raja Bayu Desak Pertamina Segera Cari Solusi

AriraNews.com, ANAMBAS - Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., didampingi Sekretaris Daerah…

8 jam ago

Fedro Ukir Prestasi Nasional, Bupati Cen: Rentang Kendali Tak Boleh Jadi Penghalang

NATUNA, Ariranews.com – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menegaskan bahwa keterbatasan geografis sebagai daerah perbatasan…

9 jam ago

Tak Hanya Menabung, BSI Natuna Kenalkan Investasi Emas Lewat Aplikasi Digital

NATUNA, Ariranews.com – Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Natuna memperkenalkan layanan investasi…

10 jam ago

PLN Batam Tegaskan Komitmen Penuhi Kompensasi Pelanggan Pasca Gangguan Kelistrikan Batam–Bintan

AriraNews.com, Batam – PT PLN Batam memahami berbagai masukan dan aspirasi pelanggan terkait pemberian kompensasi…

15 jam ago