Oleh: Sri Latifah Nasution, Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta.

Pagi itu adalah hari pertama masuk semester baru. Pembelajaran di sekolahku masih belum optimal seperti biasanya. Kebanyakan siswa-siswi berkeliaran di luar kelas. Ada yang bermain bola voli, ada yang bermain futsal, ada yang diminta membantu membersihkan perpustakaan, ada yang ke kantin, dan ada juga yang sekadar duduk-duduk di bawah pohon mangga depan kelas.

Aku ikut dalam rombongan siswi yang duduk di bawah pohon mangga. Di depan setiap kelas yang berada di lantai satu memang disediakan tempat duduk berupa beton yang dilapisi keramik putih. Beton tersebut dibuat berbentuk persegi mengelilingi pohon mangga. Kalau hujan turun dengan lebat, akan ada kolam dadakan di depan kelas karena air akan memenuhi bagian dalam beton tersebut.

Aku dan beberapa temanku menonton permainan voli yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kami sambil sesekali tergelak saat ada pemain yang jatuh saat tidak mampu membendung smash dari lawan. Sementara, beberapa temanku yang lain sibuk membicarakan liburan mereka.

Peringatan Hari Pramuka ke-65, Jefridin Ajak Anggota Amalkan Nilai Tri Satya dan Dasa Darma

Tidak lama, terdengar suara dari pengeras suara menyuruh semua siswa masuk ke kelas masing-masing. Dalam sekejap, semua siswa yang semula sedang beraktivitas di luar ruangan bergegas memasuki kelas masing-masing. Suara tersebut adalah suara guru paling galak di sekolah. Itu lah sebabnya semua siswa segera bergegas saat mendengar suara beliau.

Tiba di kelas, aku segera duduk di kursiku yang berada di barisan paling belakang. Teman-temanku pun demikian. Suasana riuh pun segera tercipta. Ada beberapa yang mengeluh kepanasan, ada juga beberapa yang mengomel karena belum selesai makan di kantin.

Jam istirahat pertama tiba, siswa-siswa keluar kelas hendak menuju ke kantin. Pun denganku, aku bersama dua orang temanku beranjak keluar kelas, kemudian menuruni tangga karena kelas kami berada di lantai dua.

Kami sengaja melewati mading sekolah untuk mengecek informasi terbaru. Saat sampai di depan mading, aku melihat ada tiga siswi yang sedang menyalin sesuatu dari mading tersebut. Mereka menulis di kertas yang ditempel di kaca mading sebagai alasnya. Salah satu siswi yang berdiri di paling kiri menulis dengan tangan kirinya. Aku melirik sebentar salinan mereka, ternyata itu adalah jadwal pelajaran semester ini.

Aku akhirnya menyuruh kedua temanku untuk pergi ke kantin lebih dulu, karena aku ingin membaca jadwal yang sudah ditempel dibalik kaca mading. Karena ada banyak kelas, aku harus teliti mencari jadwal pelajaran kelasku. Dua di antara siswi yang sedang menyalin jadwal pelajaran tadi sudah selesai dan pergi meninggalkan mading. Tinggal siswi kidal yang masih sibuk mencatat dengan kepala yang dimiringkan ke kanan.

Belum selesai kubaca jadwal pelajaran kelasku, dua orang siswi datang ke mading dengan secarik kertas di tangan salah satunya. Karena lupa membawa pulpen, dia meminjam pulpen milik siswi kidal yang hendak pergi dari mading. Refleks siswi kidal tersebut memberikan pulpen dengan tangan kirinya. Namun, belum sempat diterima oleh si peminjam, dia memindahkan pulpen itu ke tangan kanannya sambil mengucapkan kata maaf.

Setelah memberikan pulpennya, siswi itu berlalu dari depan mading. Karena kelas kami bersebelahan, aku akhirnya mengikutinya sambil mengobrol ringan. Dia mengatakan bahwa dia lebih luwes melakukan berbagai kegiatan dengan tangan kirinya. Namun, untuk beberapa hal dia sudah diajarkan untuk menggunakan tangan kanan, seperti makan, minum, bersalaman, memberi, dan menerima sesuatu dari orang lain.

Malam Minggu Makin Seru di Beverly Hotel Batam, BBQ All You Can Eat Cuma Rp 99 Ribu Sambil Nikmati City Light Batam

Dari sana aku berpikir jika etika baik ditanamkan sejak dini maka akan terbawa sampai kapan pun. Apalagi adat ketimuran mengajarkan kita untuk memberikan suatu pada seseorang hendaklah menggunakan tangan kanan. Dengan demikian orang akan lebih merasa dihargai.(sri)

Redaksi

Recent Posts

Pengamanan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang: Petugas Hormati Aspirasi dan Jaga Privasi Warga

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan kegiatan yang berlangsung di kawasan pembangunan Sekolah…

12 jam ago

80 Peserta dari Johor Siap Ramaikan Rally Wisata 2026, Jelajahi Destinasi Batam

AriraNews.com, Batam — Sekitar 80 peserta dari Johor, Malaysia, siap menjelajahi sejumlah destinasi wisata di…

12 jam ago

Perkuat Literasi di Daerah Kepulauan, Natuna Kejar 30 Persen Perpustakaan Terakreditasi

Natuna, Ariranews.com — Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) menargetkan sedikitnya 30…

14 jam ago

Geografis Kepulauan Jadi Tantangan, Natuna Perluas Akses Literasi Lewat Akreditasi Perpustakaan

Natuna, Ariranews.com — Kondisi geografis Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang terdiri atas banyak pulau dan…

14 jam ago

Peringatan Hari Pramuka ke-65, Jefridin Ajak Anggota Amalkan Nilai Tri Satya dan Dasa Darma

AriraNews.com, Batam - Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum sebagai penyemangat untuk…

14 jam ago

Li Claudia Cium Merah Putih, Apresiasi Kesuksesan Rangkaian Upacara HUT ke-81 RI

AriraNews.com, Batam - Momen khidmat mewarnai upacara penurunan bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81…

19 jam ago