Batam

Batam Jadi Percontohan Nasional SiTaskin Pesisir, Amsakar Tegaskan Pengentasan Kemiskinan Butuh Kolaborasi

AriraNews.com, Batam – Pemerintah Pusat menetapkan Kota Batam sebagai daerah pertama peluncuran simbolis Program Sinergi Pengentasan Kemiskinan Terpadu Kawasan Pesisir (SiTaskin Pesisir). Penunjukan tersebut menjadi bentuk kepercayaan atas berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Batam dalam menekan angka kemiskinan melalui program pemberdayaan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir.

Peluncuran SiTaskin Pesisir berlangsung di Balai Pertemuan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sembulang, Kecamatan Galang, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, serta Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Iwan Sumule.

Amsakar mengatakan, program tersebut merupakan wujud kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia sehingga kehadiran pemerintah benar-benar mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Oakwood Grand Batam Hadirkan Merdeka Market, 15-16 Agustus 2026: Pop-Up Market Bertabur Budaya, UMKM, dan Hadiah
Peluncuran SiTaskin Pesisir berlangsung di Balai Pertemuan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sembulang, Kecamatan Galang, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, serta Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Iwan Sumule.

Ia menjelaskan, jumlah penduduk Batam saat ini mencapai sekitar 1,4 juta jiwa, dengan sekitar 68 ribu jiwa masih berada dalam kategori miskin. Meski demikian, tingkat kemiskinan di Batam berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.

Menurut Amsakar, penurunan tersebut tidak hanya ditopang oleh bantuan sosial, tetapi juga melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Khusus bagi masyarakat pesisir, Pemerintah Kota Batam memberikan bantuan alat tangkap, kapal, bibit ikan, keramba, hingga perlindungan sosial melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan.

“Kami ingin memastikan masyarakat pesisir tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh perlindungan. Karena itu, seluruh nelayan telah kami fasilitasi menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya.

Ia berharap Program SiTaskin Pesisir semakin memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun kawasan pesisir yang lebih produktif, mandiri, dan sejahtera.

“Program SiTaskin menjadi bagian penting dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Jika ini berjalan dengan baik, masyarakat akan benar-benar merasakan kehadiran negara di tengah-tengah mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf mengatakan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

Amsakar Achmad Masuk Skuad BP Batam Legend, Siap Adu Skill dengan Legenda Timnas Indonesia

Menurutnya, program tersebut tidak hanya membangun kawasan permukiman nelayan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru melalui peningkatan nilai tambah hasil perikanan. Ia mencontohkan hasil tangkapan nelayan yang sebelumnya dijual dalam bentuk mentah kini mulai diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi lebih tinggi sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Hingga kini, sekitar 100 kampung telah selesai dibangun sebagai proyek percontohan. Pengembangannya akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah setelah melalui proses asesmen, termasuk memastikan status lahan bebas dari persoalan hukum.

“Setiap daerah memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda. Karena itu, pengembangannya harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir,” ujar Didit.

Wakil Kepala BP Taskin Iwan Sumule menegaskan percepatan pengentasan kemiskinan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Menurutnya, Batam dipilih sebagai lokasi pertama peluncuran SiTaskin Pesisir karena memiliki potensi besar menjadi model nasional pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.

“Pengentasan kemiskinan harus dilakukan melalui kolaborasi sehingga target yang telah dicanangkan Presiden Prabowo dapat diwujudkan bersama,” pungkasnya.(emr)

Kepri–Johor Siapkan Siswa BELIA SOSEK Malindo, Satukan Pelajar Lewat Olahraga dan Budaya
Redaksi

Recent Posts

Oakwood Grand Batam Hadirkan Merdeka Market, 15-16 Agustus 2026: Pop-Up Market Bertabur Budaya, UMKM, dan Hadiah

AriraNews.com, Batam - Dalam semangat memperingati HUT RI ke-81, Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam…

3 jam ago

Amsakar Achmad Masuk Skuad BP Batam Legend, Siap Adu Skill dengan Legenda Timnas Indonesia

AriraNews.com, Batam - Geliat sepak bola Batam kembali mendapat energi baru. Setelah sukses menggelar Batam…

3 jam ago

Antisipasi Gangguan Keamanan dan Berita Hoaks, Lanal Tarempa dan Polri Gelar Patroli Gabungan

AriraNews.com, ANAMBAS - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tarempa bersama unsur TNI-Polri dan instansi terkait…

4 jam ago

HUT RI Ke-81, Lanal Anambas Gelar Bakti Kesehatan dan Sosial

AriraNews.com, ANAMBAS - Dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Pangkalan TNI…

5 jam ago

Lanud RSA Kibarkan Merah Putih di Laut Natuna Utara, Semangat Kemerdekaan dari Perbatasan Negeri

Natuna, Ariranews.com – Semangat kemerdekaan dikobarkan dari perairan Laut Natuna Utara menjelang peringatan HUT Ke-81…

6 jam ago

Dari Natuna ke Cibubur, Wabup Jarmin Sidik Dukung Penguatan Gerakan Pramuka

NATUNA, Ariranews.com – Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, S.E., menghadiri pembukaan Jambore Nasional (Jamnas) Gerakan…

6 jam ago