Ketua DPRD Batam, Nuryanto dinobatkan sebagai Kakak Asuh Cegah Stunting.
AriraNews.com, Batam – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerja sama dengan Tribun Network menobatkan Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, sebagai Kakak Asuh Cegah Stunting untuk Kota Batam bertajuk Semesta Mencegah Stunting.
Pria yang akrab disapa Cak Nur ini, diketahui cukup aktif dalam membantu Pemerintah Daerah dalam penanganan kesehatan di Kota Batam. Di mana sebelumnya, terlibat dalam penanganan Covid-19 dari sisi kebijakan hingga kini menjadi Kakak Asuh Cegah Stunting.
Sebagaimana diketahui, BKKBN mengajak berbagai tokoh untuk ikut terlibat langsung dalam penanggulangan stunting. Dalam program Semesta Mencegah Stunting ini, tokoh di daerah-daerah se Indonesia diajak untuk menjadi kakak asuh cegah stunting.
“Kita berharap, dengan dukungan semua pihak, angka stunting di Kota Batam dan Indonesia pada umumnya bisa ditekan. Sebagai kakak asuh cegah stunting di Kota Batam, saya akan mengoptimalkan untuk bisa berkontribusi nyata menurunkan angka stunting di Batam,” tegas Politisi PDI Perjuangan ini.
Cak Nur pun menegaskan stunting masih menjadi momok. 20 persen anak di Indonesia mengalami stunting dan di Kepri mencapai 15 persen. Sehingga untuk menurunkan angka ini butuh kerja keras semua pihak.
“Jadi bukan tugas pemerintah daerah saja, namun juga menjadi tugas kita dalam sisi kemanusiaan. Saya yakin dan percaya jika kita kompak dan guyup maka hal ini bisa diatasi dengan baik,” tegasnya.
Angka Stunting Alami Penurunan
Diketahui, angka stunting di Kota Batam terus menunjukkan penurunan. Tahun ini, angkanya berada di posisi 1.207 orang, turun dari tahun lalu yang berjumlah 1.441 orang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin mengatakan pencegahan stunting menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Salah satu upaya yang sering dilakukan yakni dengan menggelar bimbingan teknis (bimtek) penanganan dan pencegahan stunting.
“Pada tahun 2021 angka stunting di Kota Batam 3.370 orang, tahun 2022 berjumlah 1.441 dan di tahun 2023 ini turun menjadi 1.207 orang. Bimtek ini salah satu upaya bagaimana kita menangani dan mencegah stunting di Kota Batam,” kata Jefridin, Senin (22/5/2023) lalu.
“Di tahun 2045 negara ini berusia 100 tahun, menurut data di usia 100 tahun itu, negara kita memasuki tahun emas. Di tahun 2045 itu kita masuk kategori maju nomor 5 di dunia. Kesehatan adalah salah satu indikator untuk menjadi negara maju. Kita harus menyiapkan generasi yang sehat, untuk menyiapkan itu semua maka kita harus mengantisipasi stunting. Karena anak-anak ini lah pada 20-23 tahun ke depan yang kita harapkan untuk membangun kota ini,” jelasnya.(*/ara)
AriraNews.com, JAKARTA – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) meraih empat pengakuan nasional pada 2026…
AriraNews.com, Batam – Malam puncak Mooncake Festival (Festival Kue Bulan) Kota Batam berlangsung meriah di…
AriraNews.com, Batam – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Erlita Amsakar, mendorong…
AriraNews.com, BATAM — Masyarakat diminta lebih waspada terhadap jasa travel yang membuka pelatihan menjadi travel…
AriraNews.com, ANAMBAS - Kehadiran Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP M. Munir, S.I.K., M.H., dalam kegiatan panen…
AriraNews.com, ANAMBAS - Kapolsek Jemaja, Iptu Sutomo, bersama seluruh personel Polsek Jemaja dan Bhayangkari menyampaikan…