Batam

Air Mengalir Tengah Malam, Ketua DPRD Batam Sebut Bisa Melanggar HAM

AriraNews.com, Batam – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam Nuryanto kembali angkat bicara karena masih buruknya pelayanan air bersih sejak beralih ke tangan ke konsorsium PT Moya Indonesia dan PP. Apalagi terakhir seorang warga di Tanjunguncang diduga meninggal akibat kelelahan menunggu air yang baru mengalir saat tengah malam.

Dia pun berencana akan melakukan rapat koordinasi dengan lintas sektoral untuk bisa menyelesaikan permasalahan air bersih ini. Mengingat, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dinikmati dan dirasakan oleh seluruh masyarakat di Kota Batam.

Pemenuhan hak dasar kebutuhan air bersih ini juga tertuang dalam Undang-Undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Hak air bersih dan sehat juga memiliki dimensi yang cukup luas, yaitu lingkungan hidup dan hak asasi manusia. Oleh sebab itu, dibutuhkan regulasi agar hak atas ar bersih dapat terpenuhi.

“Air ini merupakan hak asasi manusia (HAM) yang juga menjadi pokok dalam kesejahteraan hidup manusia. Air bukan sekadar kebutuhan konsumsi akan tetapi juga penopang berbagai aspek kehidupan manusia. Dan yang terjadi di Kota Batam lebih kepada permasalahan kualitatif, kuantittaif, dan kontinuitas. Dan jika Pemerintah Daerah belum bisa memenuhi kebutuhan ini, maka secara tidak langsung sudah melanggar HAM,” tegas pria yang akrab disapa Cak Nur, Jumat (16/6/2023) pagi.

PKP Expo Resmi Dibuka di Grand Batam Mall, Cicilan 100 Bulan dan Diskon Besar Menanti!

Oleh karena itu, tambahnya, pihaknya meminta kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini PT Moya Indonesia, Badan Pengusahaan (BP) Batam serta Pemerintah Kota Batam untuk benar-bener memperhatikan dan bekerja dengan hati nurani.

Jika hanya mengejar keuntungan semata dan mengorbankan kepentingan dasar masyarakat bisa dibilang sudah melanggar HAM.

“Jika tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, maka bisa dibilang sudah melanggar HAM. Sehingga peristiwa seperti ini tidak kembali terjadi. Jika mengabaikan ini, mau sampai berapa korban jiwa lagi yang harus bertumbangan? Untuk itu, kami minta Pemerintah Daerah yang merupakan perwakilan dari negara untuk bisa hadir dan memberikan hal yang terbaik untuk warganya,” tegasnya.(imn/ara)

Redaksi

Recent Posts

PKP Expo Resmi Dibuka di Grand Batam Mall, Cicilan 100 Bulan dan Diskon Besar Menanti!

AriraNews.com, BATAM – Kabar baik bagi masyarakat Batam yang tengah mencari hunian idaman maupun peluang…

9 jam ago

Dari Dapur Warga, Gaya Hidup Baru Batam Menatap Era Jargas

AriraNews.com, Batam — Jalanan di Perumahan Bida Asri I, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota…

10 jam ago

Batu Gajah FC Ajukan Empat Tuntutan, Bupati Natuna Siapkan Langkah Panggil Dispora dan Panitia

NATUNA,Ariranews.com – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, merespons empat tuntutan yang diajukan Batu Gajah FC…

13 jam ago

Di Tengah Keterbatasan Transportasi Medis, TNI AL Bantu Evakuasi Pasien dari Pulau Midai

NATUNA, Ariranews.com – Keterbatasan transportasi medis di wilayah kepulauan kembali menjadi tantangan bagi masyarakat yang…

14 jam ago

Ketua Umum KOPEK Nelson Pomalingo Pastikan Hadir sebagai Narasumber Rakernas III PJS di Batam

AriraNews.com, JAKARTA — Ketua Umum Koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK), Prof. Nelson Pomalingo, memastikan…

14 jam ago

BP Batam dan UIB Jalin Kerja Sama Penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dan Universitas Internasional Batam (UIB) menandatangani perjanjian…

21 jam ago