Ini Penyebab Penumpukan Saat Vaksinasi Covid-19, Amsakar: Batam Kekurangan Tenaga Lapangan

Avatar photo

Ariranews.com, Batam: Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengapresiasi tingginya animo masyarakat Batam untuk divaksin Covid-19. Meski dalam penyelenggaraan vaksinasi masih terdapat kekurangan, di antaranya kurangnya tenaga di lapangan ketika kegiatan berlangsung. Akibatnya warga kurang terlayani dengan baik, bahkan terpaksa dibubarkan karena sudah melewati batas tampung lokasi dan vaksin yang tersedia.

Dikatakan Amsakar, diselenggarakannya vaksinasi Covid-19 di berbagai titik di Batam tak lain untuk segera mengakhiri pandemi ini. Pemerintah Batam pun menargetkan pada bulan Juli mendatang target 70 persen yang sudah tervaksin dapat tercapai.

BACA JUGA:  Perkuat Wawasan Geostrategis, Amsakar Achmad Jadi Narasumber Pasis Seskoau Angkatan 64 di Batam

Amsakar mengakui petugas pelaksana vaksinasi di lapangan sangat kurang. Akibatnya tak mampu mengantisipasi membludaknya warga yang datang untuk divaksin. Seperti yang terjadi di Mega Mall dan Sekolah Yos Sudarso.

“Pelaksana itu bukan hanya vaksinator, tapi mulai dari tukang parkir, pihak keamanan, penginput data, tenaga kesehatan, vaksinator, dan lainnya,” ungkap Amsakar.

Idealnya lanjut Amsakar, tenaga penyelenggara vaksin saat ini tiga kali lipat dari jumlah yang ada saat ini.

“Kita (Batam) kekurangan tenaga penyelenggara vaksinasi. Satu hari hari ada 17 ribu masyarakat yang akan divaksin, tapi tenaga penyelenggara vaksinasi saat ini sangat terbatas. Yang terdiri dari TNI dan Polri, Satpol PP, penginput data, tenaga kesehatan, tenaga perkir, hingga sopir bus,” terangnya.

BACA JUGA:  Pasca Tabrak Lari Siswa, Li Claudia Perintahkan Percepat Pembangunan Zona Selamat Sekolah

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk bisa sama-sama mematuhi aturan protokol kesehatan. Di mana jika ada satu titik penuh, maka pihaknya berharap warga untuk tidak berdesak-desakan, namun mencari alternatif ke faskes lainnya.

“Jadi kalau ada satu titik penuh, jangan malah meramaikan hingga berdesakan. Tapi cari saja faskes yang membuka fasilitas vaksinasi ini,” imbaunya.

Selain itu dia juga mengimbau masyarakat jangan menyalahkan petugas yang sudah bekerja keras melayani masyarakat.
Mengingat, tenaga pelaksana  yang diturunkan diakuinya sudah bekerja secara maksimal.

BACA JUGA:  Amsakar-Li Claudia Lepas 641 Jemaah Calon Haji asal Batam

“Khusus untuk tenaga kesehatan berasal dari 42 fasilitas kesehatan (Faskes). 21 di antaranya berasal dari faskes Pemko Batam dan 21 lainnya berasal dari klinik hingga rumah sakit. Namun, dari 42 faskes ini tidak semua tenaga medisnya bisa dilibatkan secara langsung. Sehingga jika sehari rata-rata bisa melayani sekitar 300 orang, namun kini hanya mampu melayani 200 orang. Mengingat sejumlah tenaga medis dialihkan ke titik-titik lainnya,” jelas Amsakar Achmad.(emr)