Batam  

Realisasi Belanja Modal Pemko Batam Baru 37 Persen, Ini Penyebabnya

Avatar photo
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Ariranews.com, BATAM – Realisasi belanja Pemerintah Kota Batam hingga akhir September atau Triwulan III telah melampaui 37 persen. Sementara  realisasi pendapatan daerah tercatat sudah mencapai 72 persen. Pemko Batam optimis mencapai target realisasi pendapatan dan belanja daerah hingga akhir tahun 2025.

“Kita optimis target yang kita tetapkan terhadap pendapatan insya Allah akan mendekati proyeksi yang ada. Begitu juga dengan realisasi belanja, kita yakin akan sesuai rencana,” ujar Wali Kota Batam, Amsakar Achmad usai Rapat Pengendalian Harga Beras di Aula Engku Hamidah Lantai IV,  Senin (20/10/2025).

Diakuinya dengan sisa waktu tiga bulan menuju akhir tahun, Pemko Batam akan memaksimalkan pelaksanaan kegiatan dan proyek pembangunan. Untuk memastikan hal tersebut, telah diinstruksikan agar Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) berkoordinasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

BACA JUGA:  Tren Positif Kinerja BP Batam di Awal Tahun, Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak

“Saya sudah sampaikan kepada Pak Malik (Kepala BPKAD) agar berkomunikasi dengan Bu Saidah untuk segera melakukan rapat bersama OPD. Tujuannya untuk memastikan apakah ada kendala dalam pelaksanaan kegiatan, hambatan dalam proyek, atau penerimaan daerah,” ujar Amsakar.

Evaluasi ini, lanjutnya, penting dilakukan mengingat triwulan terakhir merupakan periode krusial dalam memastikan seluruh program dan kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.

BACA JUGA:  Li Claudia Serukan Tindak Aktivitas Tambang Pasir Ilegal di Batam

“Biasanya di tiga bulan terakhir memang kita lakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan tidak ada hambatan, baik dalam pelaksanaan proyek maupun penerimaan daerah,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam, Abdul Malik, menyampaikan bahwa realisasi belanja fisik atau belanja modal Pemerintah Kota Batam hingga saat ini telah mencapai 37,96 persen. Dari total anggaran sekitar Rp900 miliar, baru sekitar Rp345 miliar yang terealisasi.

“Belanja modal ini mencakup berbagai jenis kegiatan, mulai dari pengadaan sarana dan prasarana kantor hingga pembangunan infrastruktur,” ujar Abdul Malik.

BACA JUGA:  Dampak Domino Kenaikan BBM, ALFI Batam: Ongkos Transportasi Naik 100 Persen, Harga Sembako Batam Terancam Melonjak

Menurutnya, Pemko Batam terus melakukan evaluasi secara berkala setiap triwulan untuk mempercepat penyerapan anggaran. Namun, rendahnya realisasi sementara ini disebut merupakan hal yang wajar karena sebagian besar proyek fisik masih dalam tahap pengerjaan.

“Untuk proyek fisik, sistem pembayarannya dilakukan setelah pekerjaan selesai. Saat ini, proyek-proyek tersebut masih berjalan. Targetnya, seluruh pekerjaan bisa rampung pada akhir tahun, baru kemudian dilakukan pembayaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah pembayaran dilakukan di penghujung tahun anggaran, capaian realisasi belanja modal diperkirakan akan meningkat signifikan. (ara)