Batam

9 KK Asal Desa Pasir Merah Pindah ke Hunian Sementara

AriraNews.com, Batam – Sebanyak sembilan Kepala Keluarga (KK) asal Desa Pasir Merah, Kelurahan Sembulang, pindah ke hunian sementara, Sabtu (14/10/2023).

Rafeah, warga asli Desa Pasir Merah, mengaku bahwa pergeseran terhadap keluarganya merupakan pilihan pribadi tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Tidak hanya itu, lanjut Rafeah, keputusan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap realisasi program strategis pemerintah.

Warga Desa Pasir Merah saat sedang bersantai di hunian sementara.

“Saya memilih pindah karena hati nurani tanpa ada paksaan dari manapun. Saya dan suami juga berterima kasih kepada pemerintah yang telah membantu kepindahan kami ke hunian sementara dengan baik,” ujar ibu anak satu tersebut.

Ekonomi Batam Triwulan II 2026 Tumbuh 7,28 Persen, Jadi Salah Satu Penggerak Utama Ekonomi Kepri

Di sisi lain, Rafeah turut berpesan kepada warga yang belum bersedia untuk mendukung program Rempang Eco-City.

“Jangan sampai terprovokasi dengan pihak luar. Kalau ragu, bisa langsung bertanya ke orang yang lebih paham atau ke posko pemerintah yang ada,” tambahnya.

Hingga saat ini, sudah 40 KK yang bergeser ke hunian sementara.

Selain itu, jumlah yang mendaftar juga terus bertambah menjadi 348 warga. Sedangkan total yang telah berkonsultasi ke tim satuan tugas terkait hak-hak masyarakat dalam pembangunan Kawasan Rempang sebanyak 531 warga.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, pun menyambut baik progres pergeseran warga yang terdampak pengembangan Rempang tersebut.

Bukan tanpa alasan, sebagian warga di Desa Pasir Merah dan desa lainnya perlahan mulai membuka diri untuk menerima dengan senang hati realisasi investasi yang masuk dalam daftar Program Strategis Nasional tersebut.

HUT ke-11, Marga Yang Batam Kumpulkan 238 Kantong Darah untuk Masyarakat Batam

“Progres ini tak terlepas dari komitmen BP Batam untuk mengedepankan sosialisasi secara persuasif terkait hak-hak masyarakat apabila pengembangan Kawasan Rempang terealisasi,” tegasnya.

Rudi meyakinkan bahwa pemerintah akan memprioritaskan kesejahteraan masyarakat dalam mewujudkan realisasi program Rempang Eco-City.

“Pemerintah pusat melalui BP Batam akan memperhatikan hak-hak masyarakat dalam realisasi investasi di Rempang,” pungkasnya.(dn/agm)

Redaksi

Recent Posts

Pelajar di Siantan Tengah Terima Masker dari Pemkab Anambas

AriraNews.com, ANAMBAS – Pembagian 24.498 masker yang dilakukan secara serentak oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas…

7 jam ago

Terimbas Kabut Asap, Pemkab Anambas Bagikan 24 Ribu Masker

AriraNews.com, ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengambil langkah…

7 jam ago

Presiden Prabowo Direncanakan Resmikan RSUD Tarempa

AriraNews.com, ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang rencana peresmian Rumah…

7 jam ago

Ekonomi Batam Triwulan II 2026 Tumbuh 7,28 Persen, Jadi Salah Satu Penggerak Utama Ekonomi Kepri

AriraNews.com, Batam - Ekonomi Batam tumbuh 7,28 persen secara year-on-year (y-on-y) pada Triwulan II 2026,…

7 jam ago

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

AriraNews.com, Surabaya – BPJS Kesehatan memperkuat standar kualitas pelayanan peserta JKN melalui Customer eXcellence 126…

8 jam ago

HUT ke-11, Marga Yang Batam Kumpulkan 238 Kantong Darah untuk Masyarakat Batam

AriraNews.com, BATAM — Sebanyak 238 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan donor darah yang digelar…

9 jam ago