BATAM: Calon Wakil Gubernur Kepri, Suryani menyebut pandemi Covid-19 ini sangat berdampak luar biasa. Di antaranya meningkatnya angka perceraian. Dia meyakini salah satu penyebabnya adalah faktor ekonomi.
“Selama masa pandemi ini tingkat kekerasan terhadap anak juga meningkat,” kata Cawagub Kepri nomor urut dua tersebut, saat bersilaturahmi dengan warga Kavling Mandiri, RW 09, Bengkong Dalam, Bengkong, Selasa (27/10/2020).
Untuk mengatasi hal tersebut ujarnya tak lain lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Meningkatkan iman dan lebih banyak bersabar dalam menghadapi cobaan ini.
Dia juga menyebut di masa serba sulit ini peranan ibu rumah tangga juga sangat dibutuhkan. Kreatifitas seorang ibu rumah tangga juga sangat menentukan kelanggengan suatu rumah tangga. “Ibu-ibu sangat berperan dalam rumah tangga di masa pandemi ini,” ujarnya yang dalam silaturahmi tersebut didampingi Siti Nurlela, anggota DPRD Batam dari partai PKS.
Dalam silaturahmi tersebut pasangan Cagub Kepri, Isdianto tersebut juga menyampaikan visi dan misinya dalam pembangunan Kepri ke depan, yakni ‘Bersatu Teruskan Pemmbangunan Kepri’.
“Saya berharap kepada Bapak, Ibu, dapat menyampaikan kepada saudara yang lain, saya tidak menjanjikan yang muluk-muluk,” ujarnya.
“Kami realistis, dan APBD di 2021 sudah diketok di tahun ini. Langkah awal tentunya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini,” dia menambahkan.(***)
AriraNews.com, Batam - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Batam berlangsung meriah dan…
AriraNews.com, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri peresmian Gedung dan Garasi Madenpom I/6…
AriraNews.com, Bintan - Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Cabang Bintan dan Tanjungpinang kembali menunjukkan komitmennya…
AriraNews.com, Jakarta – Tiga dekade perjalanan Ascott di Indonesia telah membawa perusahaan ini melampaui awal…
AriraNews.com, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang…
AriraNews.com, Batam - Pemulihan lingkungan di area bekas (eks) lahan tambang pasir ilegal, khususnya di…