Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius.
AriraNews.com, Batam – Lonjakan penumpang pada arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Bandara Hang Nadim Batam menunjukkan tren yang cukup signifikan, namun tetap terkendali.
PT Bandara Internasional Batam (BIB) mencatat jumlah penumpang mencapai 225.290 orang selama periode 13 hari (13-26 Maret) atau naik sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 204.851 penumpang.
“Angka ini melampaui prediksi awal yang hanya memperkirakan kenaikan sebesar 3 persen,” ungkap Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius, Jumat (27/3/2026).
Anton menjelaskan bahwa peningkatan trafik ini terjadi secara bertahap sejak 13 hingga 18 Maret, dengan puncak arus mudik tercatat pada 18 Maret yang mencapai hampir 20 ribu penumpang dalam satu hari. Meski angka tersebut mendekati capaian tahun sebelumnya, lonjakan tahun ini menunjukkan intensitas pergerakan yang lebih tinggi.
Seiring peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga mengalami kenaikan sekitar 11 persen. Dari usulan 342 penerbangan tambahan (extra flight), terealisasi sebanyak 280 penerbangan. Tingkat ketepatan waktu (on time performance) pun tetap terjaga di angka 83 persen, mencerminkan upaya optimal dalam menjaga kelancaran operasional di tengah tingginya trafik.
Adapun destinasi favorit penumpang dari Batam masih didominasi oleh kota-kota besar seperti Jakarta, Pekanbaru, Medan, Palembang, Surabaya, dan Padang. Dengan tingginya mobilitas tersebut, di masa arus Mudik Lebaran 2026, Bandara Hang Nadim kini menempati posisi ke-7 sebagai bandara terpadat di Indonesia.
Dalam mengantisipasi lonjakan penumpang lanjut Anton, BIB menerapkan berbagai strategi operasional untuk memastikan pelayanan tetap aman dan nyaman. “Pengaturan kepadatan dilakukan sejak area check-in dengan menyesuaikan kapasitas layanan terhadap jumlah penerbangan yang tersedia. Meski jumlah penumpang meningkat, pengelolaan arus tetap diupayakan berjalan landai dan terkendali,” kata Anton.
Pada periode arus balik, perhatian khusus diberikan pada sejumlah titik krusial yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, seperti area conveyor bagasi, ketersediaan troli, serta layanan transportasi lanjutan seperti taksi. “Berbagai langkah antisipatif telah dilakukan guna meminimalkan hambatan di titik-titik tersebut,” ujarnya.
Anton menegaskan, BIB berkomitmen untuk terus hadir secara serius dalam mengelola operasional bandara, khususnya pada momen-momen dengan trafik tinggi seperti arus mudik dan balik Lebaran, demi memberikan pengalaman perjalanan yang optimal bagi seluruh penumpang. (emr)
Ariranews.com, Natuna – Dalam upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna, Daeng…
Ariranews.com, Natuna – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna melakukan uji fungsi repeater di Gunung…
AriraNews.com, Batam - Harga bahan pokok di Batam terancam melonjak tajam menyusul kenaikan signifikan harga…
AriraNews.com, Batam - Di bawah hangatnya sinar matahari pagi, langkah awal pembangunan Rumah Wakaf Qur’an…
AriraNews.com, Batam – PT PLN Batam bersama DayOne melaksanakan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik…
AriraNews.com, Batam - Batam terus mempertegas posisinya sebagai destinasi utama investasi digital di Asia Tenggara.…