Direktur Politeknik Negeri Batam, Uuf Brajawidagda, S.T, MT, Ph.D.
AriraNews.com, Batam – Politeknik Negeri Batam (Polibatam) baru berdiri tahun 2000. Tapi, perkembangannya begitu cepat. Bermula dari sebuah yayasan, 10 tahun kemudian berubah menjadi politeknik negeri. Dulu jumlah mahasiswanya cuma puluhan kini sudah 8.400 orang. Bahkan saat ini jumlah mahasiswanya di tingkat politeknik masuk dalam lima besar di Indonesia. Ke depan bahkan, akan terus dikembangkan.
“Kita terus melakukan pengembangan kampus dengan membangun berbagai fasilitas. Namun, untuk daya tampung kami perkiraan hanya untuk 11 sampai 12 ribu mahasiswa. Sehingga ada rencana untuk membangun kampus di wilayah lain. Dan tawaran itu sudah kami dapatkan dari Pekanbaru (Riau), untuk membuka Politeknik Batam di sana,” ungkap Direktur Politeknik Negeri Batam, Uuf Brajawidagda, S.T, MT, Ph.D, pada sejumlah wartawan dalam kegiatan pengenalan kampus, Senin (26/9/2022) siang. Kegiatan tersebut juga dihadiri, Asisten Pemerintahan Setdako Batam, Yusfa Hendri.
Uuf pun kemudian menunjukkan master plan pengembangan Politeknik Negeri Batam ke depan. Di mana saat ini sedang dilakukan pembangunan masjid dan tempat tinggal masiswa.
“Tempat kita berada saat ini gedung Technoprenuer dan baru beroperasi mulai tahun lalu. Ke depan rencana dari lahan tersisa akan dibangun tower B untuk ruang belajar, gedung olahraga, dan sebuah auditorium,” ungkap Uuf yang menjabat Direktur Politeknik Negeri Batam sejak tahun 2020 lalu. Uuf sendiri merupakan salah satu perencana pembangunan Politeknik Batam dan menjadi dosen sejak pertama Politeknik Batam berdiri.
Sat ini lanjut lulusan ITB Bandung tersebut, ada empat Departemen dengan 20 program studi yang ada di Politeknik Negeri Batam. Pertama, Departemen Electrical Engineering dengan Program Studi; D3 Electronics Engineering, D3 Manufacture of Electronics, D3 Instrumentation Engineering, D4 Mechatronics Engineering, D4 Robotics Engineering, D4 Power Plant Technology.
Kedua, Departemen Informatics Engineering, dengan Program Studi; D3 Informatics Engineering, D3 Geomatics Engineering, D4 Multimedia and Networking, D4 Animation, D4 Cyber Security Technology, D4 Sofware Engineering.
Ketiga, Departemen Machanical Engineering, dengan Program Studi; D3 Mechanical Engineering, D3 Aircraft Maintenance, D3 Ship Design and Contsruction, D4 Fabrication and Welding Engineering Engineer Profession.
Dan keempat, Departemen Business and Manajement, dengan Program Studi; D3 Accounting, D4 Managerial Accounting, D4 Business Administration, D4 International Trade Logistics.
Dikatakan Uuf dibangunnya Politeknik Negeri Batam dirancang untuk memenuhi sumber daya manusia yang dibutuhkan dunia industri, khususnya Batam.
“Di bawah tahun 2000 itu pertumbuhan ekonomi Batam itu cukup tinggi dengan tumbuhnya industri, tapi SDM-nya dari luar, sehingga ada keinginan untuk mendirikan politeknik dan akhirnya tercapai,” ungkapnya.
Sehingga pengembangan program studinya pun mengikuti perkembangan dunia industri di Batam. Hal itu bisa dilihat dari waktu ke waktu. Tahun 2000 Batam berfokus pada Manufacturing, Oil and Gas, tahun 2004 masuk pada Creative Industry, 2010-2014 Shipbuilding dan MRO (maintenance, repair, and overhaul), 2017 masuk pada Digital Bridge, 2018 Logistics, dan 2022 Tourism.
“Namun, perlu kita akui dunia pendidikan kita lambat merespon itu, tertinggal beberapa tahun setelah perkembangan industri terjadi. Contohnya MRO, sudah dimulai dari tahun 2011, tapi program jurusan itu baru ada beberapa tahun lalu, baru meluluskan tiga angkatan. Mau tak mau industri di Batam harus merekrut SDM dari luar,” ungkap Uuf.
Meski demikian ujarnya tak menyurutkan Politeknik Negeri Batam untuk terus berusaha menyiapkan SDM-SDM handal untuk kebutuhan industri. Karena beberapa program studi menjadi andalan dan ke depan akan sangat banyak dibutuhkan dunia industri. Seperti, Instrumentation Engineering dalam proses pembuatan chip, Cyber Security Technology, Power Plant Technology, dan lainnya.
“Saat ini dunia kekurangan chip, karena semu perangkat sekarang membutuhkan chip, dan kita punya program studi itu yang bekerja sama dengan PT Infineon Batam. Begitu juga dengan Power Plant Technology, di mana ke depan program pemerintah dengan energi terbarukan, melalui solar cell dan kita mulai siapkan SDM-nya,” ungkapnya lagi.(ara)
AriraNews.com, BATAM — Kolaborasi lintas daerah dalam pengembangan pariwisata Kepulauan Riau diperlukan. Tanjungpinang dan Bintan…
AriraNews.com, BATAM - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menanggapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)…
AriraNews.com, BATAM — Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li…
AriraNews.com, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender…
AriraNews.com, Jakarta - Sebagai perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom)…
Ariranews.com, Natuna – Kolaborasi lintas instansi digagas Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna dalam menyiapkan kegiatan…