Kepri

Tinjau Aset di Subi, Danlanud RSA Pastikan Tidak Ada Penambahan Penggunaan Lahan

Ariranews.com, Natuna – Komandan Lanud Raden Sadjad (RSA), Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., mengecek langsung lahan strategis di wilayah perbatasan, tepatnya di Desa Terayak, Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna, Kamis (23/4/2026).

Peninjauan ini menegaskan potensi kawasan tersebut sewaktu-waktu akan dikembangkan sebagai fasilitas pendukung pertahanan negara.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga dan memastikan keberadaan aset milik Kementerian Pertahanan di wilayah terluar Indonesia tetap aman dan terkelola dengan baik.

Aset yang ditinjau merupakan lahan eks bandara peninggalan Jepang yang kini telah memiliki sertifikat resmi. Berdasarkan data, total luas lahan mencapai 241.296 meter persegi dan terbagi dalam dua sertifikat, menjadikannya salah satu aset strategis yang terus dipantau keberadaannya.

Dalam kegiatan tersebut, Danlanud RSA turut didampingi Danlanal Ranai, Kepala Kejaksaan Negeri Natuna, serta Camat Subi. Kehadiran lintas instansi ini mencerminkan sinergi dalam pengawasan dan pengamanan aset negara, khususnya di wilayah perbatasan.

Kepada awak media, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari kegiatan rutin untuk memastikan kondisi dan status aset tetap terjaga.

“Kita rutin mengecek perkembangan aset ini setiap tahun. Lahan seluas kurang lebih 241 ribu meter persegi ini merupakan eks landasan Jepang yang masih terus kita pantau,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dari hasil peninjauan di lapangan, sebagian lahan di sisi utara memang telah dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun, pemanfaatan tersebut tidak mengalami penambahan dan telah disertai surat pernyataan dari warga yang mengakui bahwa lahan tersebut merupakan milik TNI.

“Kondisinya masih tetap, tidak ada penambahan penggunaan oleh masyarakat,” tegasnya.

Terkait rencana pemanfaatan ke depan, Danlanud RSA menyebutkan bahwa belum ada keputusan final. Namun, kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai fasilitas pendukung pertahanan, termasuk bandara.

“Apabila dibutuhkan untuk kepentingan pertahanan negara, lokasi ini sangat memungkinkan dimanfaatkan sebagai bandara, baik untuk pesawat maupun helikopter,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pengecekan lanjutan terhadap kondisi landasan yang ada guna memastikan kesiapan lahan apabila sewaktu-waktu diperlukan.

Pengawasan terhadap aset negara di wilayah perbatasan seperti Subi menjadi langkah strategis dalam menjaga kedaulatan dan mencegah potensi sengketa lahan.
(Dod)

Dodi

Recent Posts

Bendera Merah Putih Raksasa Berkibar di Ujung Utara Indonesia, Basarnas Natuna Gaungkan Nasionalisme dari Wilayah Perbatasan

Natuna,Ariranews.com – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menggema hingga wilayah terdepan…

47 menit ago

Semangat Kebangsaan di Perbatasan, Lanud RSA Bersama Instansi Natuna Meriahkan Persiapan HUT Ke-81 RI

Natuna,Ariranews.com – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia terus menggema di wilayah…

1 jam ago

Konjen RI Johor Dukung Penuh Family Rally Wisata dan International Soccer Batam Cup 2026

AriraNews.com, JOHOR BAHRU – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memberikan dukungan penuh terhadap…

4 jam ago

Ratusan Wisatawan Malaysia Bakal Jelajahi Batam dalam Family Rally Wisata Season 3

AriraNews BATAM – Sebanyak 100 wisatawan asal Johor, Malaysia, diproyeksikan memadati Batam dalam ajang Family…

14 jam ago

Kejari Natuna Tahan Kades Selaut Nonaktif, Dugaan Korupsi APBDes Rugikan Negara Rp533 Juta

Natuna,Ariranews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna resmi menahan Kepala Desa Selaut nonaktif berinisial B setelah…

16 jam ago

Tinggalkan Kenangan Indah di Pulau Jemaja, Mahasiswa KKN-PPM UGM Dilepas dengan Penuh Kehangatan oleh Kades Bukit Padi

AriraNews.com, ‎ANAMBAS – Kepala Desa Bukit Padi, Lukman Hakim, menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus pesan…

16 jam ago