Batam

Yusfa Hendri Ingatkan Bahaya Benturan Kepentingan dalam Pengambilan Keputusan

AriraNews.com, BATAM — Inspektur Kota Batam, Yusfa Hendri, menegaskan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme aparatur pemerintah dalam pelaksanaan tugas pengawasan. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Pelatihan Kelas Sendiri tentang Benturan Kepentingan di lingkungan Inspektorat Kota Batam, Kamis (21/5/2026).

Dalam sambutannya, Yusfa Hendri menyampaikan bahwa benturan kepentingan menjadi salah satu titik rawan yang dapat mempengaruhi objektivitas, independensi, serta integritas aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Benturan kepentingan sering kali muncul bukan karena niat besar untuk melanggar aturan, tetapi karena kurangnya pemahaman, lemahnya kehati-hatian, atau adanya hubungan pribadi yang mempengaruhi pengambilan keputusan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, yakni Endy Christian, S.Akun selaku Pengolah Data dan Informasi serta Novi Kavita Sari sebagai Analis Kebijakan Pertama.

Pelatihan diikuti para Inspektur Pembantu (Irban), Auditor, serta PPUPD Madya, Muda, dan Pertama di lingkungan Inspektorat Kota Batam.
Yusfa Hendri menekankan bahwa sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), pegawai tidak hanya dituntut memahami aturan, tetapi juga harus mampu menjadi teladan dalam penerapan nilai-nilai integritas.

“Pengawasan yang baik tidak cukup hanya dengan kemampuan teknis, namun juga harus dibangun di atas fondasi moral, etika, dan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih,” katanya.

Ia berharap melalui pelatihan tersebut seluruh peserta dapat memperkuat pemahaman mengenai bentuk-bentuk benturan kepentingan, langkah pencegahan, hingga mekanisme penanganan ketika menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Dalam kesempatan itu, Yusfa Hendri juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah. Menurutnya, integritas merupakan modal utama dalam membangun pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

“Integritas bukan tentang diawasi atau tidak diawasi, tetapi tentang tetap melakukan yang benar meskipun tidak ada yang melihat,” ungkapnya.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai cara mengatasi benturan kepentingan, di antaranya mengenali potensi konflik sejak awal, mengutamakan integritas, menerapkan transparansi dan keterbukaan, mengundurkan diri dari proses pengambilan keputusan apabila memiliki kepentingan tertentu, mematuhi kode etik, memperkuat budaya anti gratifikasi, serta meningkatkan pengawasan internal.

Mengakhiri sambutannya, Yusfa Hendri mengapresiasi seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut dan berharap pelatihan dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas pengawasan di lingkungan Pemerintah Kota Batam. (***/emr)

Redaksi

Recent Posts

Danlanud Hang Nadim Letkol Pnb Lessy: Media Perpanjang Mata dan Telinga Kami

AriraNews.com, BATAM — Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Hang Nadim yang baru, Letkol Pnb Indra…

4 jam ago

Kolaborasi SMSI dan ABPEDNAS Dorong Transparansi Program Desa dan MBG

Ariranews.com, Jakarta – Kolaborasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional…

5 jam ago

Sekdaprov Kepri Misni Pimpin Upacara Harkitnas ke-118,  Teguhkan Persatuan dan Kedaulatan Digital

AriraNews.com, Dompak - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar Upacara Peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional Tahun…

9 jam ago

JNE Beri Mobil hingga Umrah bagi Pemenang JLC Race Award 2025

AriraNews.com, Jakarta - Kemajuan bisnis menjadi target yang terus diupayakan para pelaku usaha di Indonesia.…

9 jam ago

PGN Perkuat Keandalan Pasokan Gas dan LNG Domestik di IPA Convex 2026

AriraNews.com, Jakarta -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus…

10 jam ago

Sapi Kurban Presiden Berbobot 879 Kilogram Diserahkan ke Pulau Laut

Ariranews.com, Natuna – Sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia dengan bobot 879 kilogram diserahkan ke…

10 jam ago