Pertamina Tetap Berlakukan QR Code untuk Pembelian BBM Subsidi Pertalite

Avatar photo
Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria.

AriraNews.com, BATAM – Pertamina tetap memberlakukan penggunaan QR Code  untuk pembelian BBM bersubsidi Pertalite.

Hingga saat ini, sebanyak 159.000 kendaraan di Kepri sudah mendaftar program Subsidi Tepat Pertalite. Pendaftaran untuk program ini dapat dilakukan melalui situs subsiditepat.mypertamina.id.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut masih membuka pendaftaran QR Code.

“Semua persyaratan dan langkah-langkah pembuatannya ada di website kami. Bisa langsung dicek saja,” ujar Manager Communication, Relation, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Susanto August Satria, Rabu (12/2/2025).

BACA JUGA:  Hibah OHDACA Mengalir ke Natuna, AS Dukung Ketahanan Bencana Daerah Perbatasan

“Bukan cuma untuk Pertalite, BBM jenis Solar juga diberlakukan hal yang sama. Sekitar 23.800 kendaraan pengguna Biosolar itu mendaftar untuk program Subsidi Tepat Pertalite,” kata Susanto August Satria.

Ia mengatakan dengan menerapkan hal itu guna memastikan penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran dan menghindari penyelewengan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati menyebut penggunaan quick response code (QR code) cukup efektif untuk penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang tepat sasaran.

BACA JUGA:  Wali Kota Batam Amsakar Achmad Pilih Haji Reguler, Nabung 25 Tahun

“Penggunaan QR code sendiri kalau menurut kami sebenarnya cukup efektif, di luar dari adanya penyimpangan-penyimpangan (yang terjadi),” kata Erika dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

Erika mengatakan, hal tersebut terbukti dari data yang menunjukkan terjadi penurunan konsumsi BBM subsidi terutama Jenis BBM Tertentu (JBT) atau solar pada pertengahan tahun 2022 hingga 2023.

BACA JUGA:  BBM Industri Melonjak, HIPKI Nilai HPM Tak Lagi Sesuai Realitas dan Minta Kembali ke Harga Mulut Tambang

“Terbukti pada tahun 2022 ke 2023 terjadi penurunan konsumsi solar. (Penerapan) QR code dimulai pertengahan 2022, dan itu sudah terjadi penurunan konsumsi solar. Lalu dari 2023 ke 2024 itu ada kenaikan, tapi sangat sedikit pertumbuhannya jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” katanya. (ara)