Batam

Plt Gubernur Kepri, Marlin: Jaga dan Lestarikan Laut Demi Peningkatan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

AriraNews.com, Batam – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Marlin Agustina menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Polsus Kelautan 2024, di Marriott Hotel Harbour Bay, Kamis (10/10/2024).

Rakornas ini, disejalankan dengan peresmian modeling budidaya Lobster, di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Setokok. Rangkaian kegiatan ini, dihadiri langsung Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono bersama jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Polsus Kelautan 2024, di Marriott Hotel Harbour Bay, Kamis (10/10/2024).

Dalam kesempatan tersebut Marlin mengatakan bahwa Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki luas wilayah sebagian besarnya adalah lautan. Dengan 96% terdiri dari lautan dan hanya 4% nya saja untuk daratan.

“Potensi yang dimiliki ini, tentu menjadi kekuatan Provinsi Kepulauan Riau untuk peningkatan peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir dan juga kesejahteraan masyarakat nelayan,” kata Marlin.

Oleh karena itu, dengan wilayah laut yang luas, seluruh pihak mempunyai tanggung jawab besar untuk tidak hanya menjaga laut. Namun, juga bertanggung jawab melestarikan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.

Rakornas ini, disejalankan dengan peresmian modeling budidaya Lobster, di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Setokok.

Sebab, pengelolaan sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil saat ini masih dihadapkan dengan berbagai macam persoalan. Mulai dari perubahan kondisi alam maupun dampak dari kegiatan manusia yang menjadi penyebabnya.

Dimana, perubahan kondisi alam dipengaruhi perubahan iklim, gelombang pasang, gempa tektonik dan tsunami. Sedangkan kegiatan manusia yang merusak seperti maraknya praktek destructive fishing, penambangan pasir laut, pencemaran perairan, pemanfaatan pulau-pulau kecil secara ilegal, dan masih banyak permasalahan lainnya.

Sehingga, kondisi ini memperburuk kualitas ekosistem yang berakibatkan pada menurunnya produktivitas dan mengancam kelestarian sumberdaya wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang ada di Provinsi Kepulauan Riau.

“Berbagai permasalahan tersebut, merupakan tantangan kita bersama dalam pengawasan berbagai kegiatan pemanfaatan sumberdaya kelautan, pesisir, dan pulau-pulau kecil secara lebih baik di masa mendatang,” tutupnya. (dip)

Redaksi

Recent Posts

Amsakar Angkat Ekonomi Pesisir Melalui PLUT

AriraNews.com, Batam - Semangat memberdayakan pelaku usaha hingga ke wilayah pesisir terus dilakukan Pemerintah Kota…

2 jam ago

Gercep, Li Claudia Turun Persoalan UWT Warga Puskopkar Beres

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam merespons cepat dalam menyelesaikan persoalan perpanjangan Uang Wajib…

3 jam ago

Rempang Eco City, 242 KK Tempati Hunian Baru Layak Huni

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali melanjutkan pergeseran warga terdampak rencana pengembangan Kawasan…

3 jam ago

Meteorologi Lanud RSA Jadi Garda Terdepan, Keselamatan Operasi Penerbangan di Natuna

Ariranews.com, Natuna – Meteorologi di Pangkalan TNI AU Lanud Raden Sadjad menjadi unsur penting dalam…

18 jam ago

HMI Natuna Minta Hasil Perdin Pansus LKPJ Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Ariranews.com, Natuna – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Natuna menyoroti pelaksanaan perjalanan dinas Panitia Khusus…

20 jam ago

Amsakar Apresiasi Peran Driver Online Jaga Nama Baik Batam

Ariranews.com, Batam - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad mengapresiasi peran driver online sebagai…

20 jam ago