Headline

Februari Belajar Tatap Muka Direncanakan Dimulai, Protokol Kesehatan Dikontrol Ketat

Ariranews.com, Batam: Dinas Pendidikan Kota Batam mengatakan sampai saat ini belum ada sekolah di mainland yang sudah melakukan belajar tatap muka.

“PAUD, Kelompok Bermain, dan TK, yang sudah mengajukan belajar tatap muka ada sekitar 100-san sekolah. Sementara SD adas sekitar 62 sekolah dan SMP ada 16 sekolah. Semua sekolah yang mendaftar itu sekolah negeri dan swasta,” kata Kadisdik Kota Batam, Hendri Arulan, Senin (11/1/2021).

Kata Hendri, Dinas Pendidikan belum memberikan rekomendasi ke sekolah yang telah mengajukan belajar tatap muka. Terlebih dulu akan dilakukan verifikasi ketat terhadap protokol kesehatan. Namun, untuk sekolah yang berada di hinterland tidak ada masalah dan tetap melaksanakan belajar tatap muka.

Sebelum mengambil keputusan untuk belajar tatap muka di mainland sambungnya, mereka akan melakukan rapat koordinasi dengan kepala daerah.

“Kami akan laporkan ke Pak Wali, apakah memberikan kesempatan untuk belajar tatap muka di perkotaan atau tidak,” ucapnya.

Sementara itu, Walikota Batam Muhammad Rudi mengatakan, dari informasi yang ia terima bahwa para orangtua kebanyakan menolak untuk anaknya belajar tatap muka di sekolah.

“Banyak penolakan dari orangtua anaknya belajar tatap muka di sekolah,” kata Rudi.

Kata Rudi, Pemko Batam akan menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memutuskan apakah di mainland bisa belajar tatap muka di sekolah atau menunggu setelah dilakukan vaksinasi Covid-19 terlebih dahulu.

“Nanti kita putuskan dalam rapat, belajar tatap muka setelah suntik vaksin atau tidak. Karena dalam aturan pendidikan saat ini, anak-anak tidak masalah belajar di rumah melalui online,” ungkapnya.

Sementara persiapan sekolah tatap muka sudah dilakukan di SDN 12 Nongsa. Sabtu (9/1/2021) lalu, perwakilan wali murid, komite, dan pihak sekolah sudah melakukan pertemuan dan sosialisasi rencana belajar tatap muka tersebut.

Dari perwakilan wali murid menyatakan siap mendukung jika nantinya proses belajar tatap muka tersebut diizinkan pemerintah.

“Karena kita melihat anak-anak sudah bosan juga di rumah, dan memang belajar online selama ini tak efektif,” kata Zulkarnaen, salah seorang orang tua siswa.

Sementara pihak sekolah jika mendapatkan izin maka proses belajar tatap muka akan dimulai pada awal Februari mendatang.

Protokol kesehatan ketat Kan dilakukan. Mulai dari jumlah siswa 50 persen per kelas, jam belajar, hingga protokol kesehatan lainnya yang ditetapkan pemerintah.

“Tentunya untuk dapat belajar tatap muka tersebut harus seizin orang tua. Bagi yang tak mengizinkan tetap belajar online. Selain izin orang tua juga izin dari warga dan perangkat di lingkungan sekolah. Dan alhamdulillah perangkat memberi izin,” kata Yasrizal, Kepala SDN 12 Nongsa, Batam.(emr)

Redaksi

Recent Posts

Ekspor Batam Awal 2026 Terkoreksi, BP Batam Siapkan Respons Terarah

AriraNews.com, Batam - Nilai ekspor Batam pada Januari–Februari 2026 tercatat sebesar US$3,107 miliar, atau turun…

5 jam ago

Tingkatkan Kinerja Layanan dan Tata Kelola, RSBP Batam Studi Banding ke RS dr. Soepraoen Malang

AriraNews.com, Batam - Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) tancap gas mendorong kualitas pelayanan dan…

5 jam ago

PERDESTI Kepri Gelar Simposium Estetika Medis di Batam, Dorong Inovasi Berkelanjutan

AriraNews.com, Batam - Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia (PERDESTI) Kepulauan Riau akan menggelar kegiatan ilmiah bertajuk…

14 jam ago

Zamis, Rising Star Jazz Batam, Siap Pukau Panggung International Jazz Day 2026

AriraNews.com, Batam - Perayaan International Jazz Day 2026 di Batam kembali menegaskan posisi kota ini…

15 jam ago

Reses Taba Iskandar di Kavling Seraya Sambau Penuh Nostalgia, Warga Curhat Serasa ke Saudara Sendiri

AriraNews.com, Batam - Reses Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, H. Taba Iskandar, SH, MH, MSI,…

1 hari ago

Bukan Pendaratan Darurat, Ini Penyebab Tertundanya Keberangkatan JCH Kloter 5 Batam

AriraNews.com, Batam - Keberangkatan jemaah calon haji (JCH) Kloter 5 Embarkasi Batam mengalami penundaan dari…

1 hari ago