AriraNews.com, BATAM – Sepasang suami istri dijadikan tersangka tindak pidana penggelapan uang perusahaan senilai ratusan juta rupiah. Modusnya, pelaku pura-pura dirampok usai mencairkan cek ratusan juta dari salah satu bank.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan menjelaskan, kasus berawal saat salah seorang pelaku wanita berinisial ES (25) pada hari Selasa (31/8/2021), mencairkan cek perusahaan tempat dia bekerja di salah satu bank di Kompleks Batam Plaza, Jln Imam Bonjol Kecamatan Batuampar, Batam, senilai Rp105.000.000. Uang tersebut rencananya akan disetorkan kembali ke bank lain untuk gaji karyawan.
“Namun, tersangka mengaku telah dirampok dan uang tersebut hilang,” ungkap Andri, pada wartawan, Minggu (5/9/2021).
Usai menerima laporan dari perusahaan tempat tersangka bekerja, tim lanjut Andri melakukan penyelidikan dan ditemukan kejanggalan atas kasus tersebut.
“Setelah tim gabungan opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang dan opsnal Polsek Batuampar mendatangi TKP dan mengecek CCTV melihat ada kejanggalan. Selanjutnya pada hari Rabu (1/8/2021) sore, tim mengamankan EA terduga pelaku rampok. Setelah diperiksa EA mengaku merupakan suami dari ES (25) dan mengaku melakukan perbuatannya bersama- sama,” ungkap Andri.
Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 374 dan atau 372 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(emr)
AriraNews.com, Batam - Kota Batam kembali mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional. Dalam…
Ariranews.com, Natuna – Respons cepat Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna berhasil menyelamatkan dua nelayan…
Ariranews.com, Natuna – Dalam upaya mengantisipasi risiko penerbangan, Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA)…
Ariranews.com, Natuna – Dalam upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna, Daeng…
Ariranews.com, Natuna – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna melakukan uji fungsi repeater di Gunung…
AriraNews.com, Batam - Harga bahan pokok di Batam terancam melonjak tajam menyusul kenaikan signifikan harga…