Dari Nongsa, Seibeduk, hingga Bulang, Warga Titip Harapan ke Taba Iskandar Saat Reses Penutup Tahun 2025

Avatar photo
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Taba Iskandar (jaket kuning), melaksanakan kegiatan reses masa sidang di daerah pemilihannya dengan menyambangi warga di Kecamatan Nongsa, Seibeduk, dan Bulang.

AriraNews.com, Batam – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Taba Iskandar, melaksanakan kegiatan reses masa sidang di daerah pemilihannya dengan menyambangi warga di Kecamatan Nongsa, Seibeduk, dan Bulang.

Selama tiga hari, 30 November-3 Desember 2025 politisi senior Partai Golkar ini turun langsung ke permukiman warga, berdialog, serta menyerap berbagai keluhan masyarakat, mulai dari infrastruktur dasar hingga persoalan sosial ekonomi.

Reses yang merupakan agenda wajib anggota dewan dirancang sebagai sarana wakil rakyat menjaring aspirasi masyarakat secara langsung. Melalui reses, anggota DPRD dapat mengetahui kondisi nyata di lapangan dan membawa permasalahan itu ke pemerintah untuk diperjuangkan dalam program pembangunan berikutnya.

“Semua aspirasi ini akan saya sampaikan, kawal, dan perjuangkan. Harapan kita, kebutuhan masyarakat bisa direalisasikan pada tahun anggaran berikutnya,” ujar Taba.

BACA JUGA:  Ratusan Seniman Ikuti Gerakan Nasional Indonesia Raya Menggambar 2026 di Batam
Masyarakat menyambut kehadiran Anggota DPRD Kepri, Taba Iskandar saat reses. Masyarakat pun berharap Taba Iskandar memperjuangkan aspirasi yang mereka sampaikan.

Di hari pertama, Taba melaksanakan reses di Kampung Tengah RT 04 RW 10, Kelurahan Batubesar, Kecamatan Nongsa, Minggu (30/11/2025). Infrastruktur jalan menjadi keluhan terbesar sejumlah warga.

Di antaranya disampaikan Subur yang menyampaikan kebutuhan semenisasi jalan lingkungan serta persoalan tanah yang telah diukur namun sertifikat belum juga terbit.

Selain itu, warga meminta peningkatan infrastruktur jalan berupa semenisasi, perbaikan akses dari gerbang masjid, serta pembangunan fasilitas di depan Masjid Baitul Janah. Mereka juga mengusulkan pembangunan tempat pemandian jenazah, penambahan guru TPA/TPQ yang memperoleh honor, dan penyelesaian permasalahan lainnya.

Di hari berikutnya, Taba berkunjung ke Perumahan Bida Ayu Blok P, RT 02 RW 10, Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk. Di tempat ini, kebutuhan warga berfokus pada peningkatan layanan sosial dan ekonomi. Mereka meminta perhatian pemerintah terhadap kesulitan lapangan pekerjaan, dukungan bagi kelompok tani dan peternak, serta penguatan kewirausahaan. Selain itu, warga juga mengajukan renovasi Posyandu dan Masjid Al-Amin serta perbaikan lampu penerangan jalan di area gerbang masuk.

BACA JUGA:  Swara Kota Batam Gelar Makeup Class, Tingkatkan Kepercayaan Diri dan Profesionalisme Peserta
Setiap reses,Taba Iskandar mmendapatkan sambutan hangat dari masyarakat.

Pada Rabu (3/12/2025), Taba menyeberang ke Pulau Akar, Kecamatan Bulang. Di daerah kepulauan ini, kebutuhan fasilitas ibadah dan kegiatan sosial-budaya menjadi prioritas. Masyarakat juga meminta dukungan alat tangkap bagi nelayan, serta penyediaan transportasi untuk kegiatan kepemudaan.

Di hari yang sama, Taba Iskandar juga mengunjungi Kampung Sukadamai, Tanjungpiayu, Seibeduk. Warga menyoroti kebutuhan pembangunan jembatan utama, perbaikan tiang listrik yang sudah kropos, serta penanganan lanjutan masalah banjir. Mereka juga memerlukan aliran air untuk fasilitas umum, dukungan bagi ekonomi warga yang bergerak di peternakan, pertanian, dan UMKM, serta pembangunan Posyandu baru karena fasilitas yang ada masih menumpang di tempat lain.

BACA JUGA:  Pemko Batam dan BRK Syariah Teken Kerja Sama Subsidi Margin untuk UMKM, Penyaluran Kredit 2025 Mencapai Rp 56 Miliar

Taba menegaskan bahwa seluruh aspirasi tersebut akan dirangkum dalam laporan resmi reses dan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kepri, dinas terkait, serta dibahas dalam pembahasan anggaran. Menurutnya, kebutuhan dasar warga seperti jalan, fasilitas ibadah, penerangan jalan, sarana air, lapangan kerja, hingga kebutuhan sosial-budaya merupakan bagian dari pembangunan yang harus mendapat perhatian serius.

“Inilah fungsi reses. Masyarakat menyampaikan apa yang mereka butuhkan, dan kami wajib memperjuangkannya,” tutup Taba. (ara)